Kamis, 28 Januari 2021

Peran Strategis Media Dalam Perspektif Islam

 


Di era perkembangan zaman media terus mengalami perkembangan dari tahun ketahun. Media mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat karena media adalah alat perantara untuk menyampaikan segala informasi apapun kepada khalayak dengan mudah dan cepat.

Media massa perkembang pada tahun 1920-an atau 1930-an, alat perantaranya terus mengalami perkembangan dimulai dari radio pada tahun 1920, selanjutnya lahir Televisi pada tahun 1940. Teknologi pun berkembang pesat dengan lahirnya internet pada tahun 1980an, seiring munculnya internet lahirlah Web pada pertengahan tahun 1990.

Keberadaan perantara tersebut menjadi "alat penyambung lidah" bagi pihak yang ingin membagikan segala informasi apapun, mulai dari informasi kesehatan, pendidikan, sosial.  ekonomi, politik dalam dan luar negeri dan lain-lain. Ada 5 peran media yang  bisa kita lihat diantaranya sebagai berikut:

1. Media Sebagai Gerbang Informasi

Media dipandang sebagai gerbang informasi yang memungkinkan khalayak melihat apa yang diinginknnya atau media merupakan sarana belajar untuk mengetahui berbagai peristiwa.

2. Media Sebagai Pengungkap Realita

Cermin berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan dunia, yang merefleksikan apa adanya. Karenanya para pengelola media sering merasa tidak “bersalah” jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik, asusila dan berbagai keburukan lain, karena memang menurut mereka faktanya demikian, media hanya sebagai refleksi fakta, terlepas dari suka atau tidak suka.

3. Media Sebagai Filter

Yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. Media memilih isu, informasi atau bentuk content yang lain berdasarkan standar para pengelolanya. Disini khalayak “dipilihkan” oleh media tentang apa-apa yang layak diketahui dan mendapat perhatian.

4. Media Sebagai Guide, penunjuk jalan atau Interpreter

Media menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternatif yang beragam.

5. Media Sebagai Forum

Media mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkinkan terjadinya tanggapan dan umpan balik. Seperti forum diskusi dll.

Media tidaklah bebas nilai semua produk media membawa nilai-nilai dan mengajarkan gaya hidup (life style) tertentu, yang bersumber dari ideologi pihak yang melahirkannya (produser), sesuai apa yang dikehendaki oleh masyarakat yang menjadi pasarnya (konsumen), atau yang dibolehkan keberadaannya oleh negara yang menaunginya.

Media Dalam Sistem Kapitalis

Peran media bisa dimanfaatkan oleh sistem pemerintahan yang ada, karena media berfungsi sebagai "penyebar ideologi tertentu". Demikian halnya dengan media dibawah sistem demokrasi Kapitalis ia akan mengikuti tipikal politik pemerintahan. Karena media sebenarnya merupakan alat politik bagi sebuah negara, media dapat memengaruhi kebijakan institusi politik dan dijadikan katalis (penetral) ketika terjadi konflik perubahan institusional. Hal ini tidak dapat dihindari, karena media adalah alat yang paling efektif untuk melakukan hegemoni dan mempengaruhi masyarakat.

Peran media juga sebagai pembentuk opini publik membuat media selalu mengikuti apapun,  Isu negatif pun tidak dapat terlepas dari media itu sendiri. Media berperan penting dalam membangun opini masyarakat, karena media merupakan "penyambung lidah". Tanpa adanya media, masyarakat tidak bisa mengetahui perkembangan

Kini media tak hanya sebagai alat menyampaikan informasi tapi menjadi "wadah" bagi pihak tertentu untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya karena kapitalis memberikan ruang sebebas-bebasnya. Sehingga membuat orang boleh ikut terlibat dalam memanfaatkann media terlepas positif maupun negatif. Adapun peran media dalam sistem kapitalis diantaranya:

1. Pembuat Program Unfaedah

Hanya demi menaikan rating, media akan berlomba-lomba membuat program-progam acara yang menarik walupun unfaedah, seperti reality show yang penuh dengan muatan pornograpi dan pornoaksi. 

Media juga menjadi sarana hiburan bagi masyaakat, maka para produsen media pun memberikan program-program hiburan yang pasti mendapatkan keuntungan padahal hiburan yang disuguhkan bertentangan dengan syariat Islam. Hiburan pentas nyanyi, menari dll.

2. Alat Ekploitasi

Media menjadi alat ekplitasi seperti memanfaatkan perempuan sebagai objek sasaran berbagai produk kaum industrialis. Kecantikan fisiknya dieksploitasi sebagai pendongkrak penjualan produk melalui iklan-iklan, baik yang berkaitan dengan perempuan maupun yang tidak. Kapitalisme telah mengeksploitasi perempuan layaknya barang yang dihargai sebab kemolekan fisiknya.

Media Dalam Sistem Islam

Dalam sistem Islam yang tidak hanya mengatur urusan ibadah semata tapi Islam juga mengatur semua aspek kehidupan, termasuk mengatur peran media. Media dalam sistem Islam adalah sarana untuk menjadi penghantar pemikiran-pemikiran Islam sampai kepada masyarakat. Dengan kata lain, keberadaan media memiliki peran strategis untuk melayani ideologi Islam. Adapun peran Media dalam Islam diantranya:

1. Media Sebagai Sarana Dakwah

Menginformasikan yang hak dan yang bathil serta menyampaikan segala keagungan Islam. Menjelaskan bagaimana cara menjadi insan-insan bertakwa baik secara ilmu maupun prakteknya. 

2. Media Sebagai Pelengkap Informasi lainnya

Adapun informasi selain keagamaan, seperti informasi keseharian, program atau acara politik, pemikiran dan sains, serta informasi tentang peristiwa dunia dan lainnya semua mendapatkan arahan dan kontrol dari negara.

Dalam sistem Islam media masuk kedalam lembaga penerangan, setiap warga negara boleh mendirikan suatu media informasi apapun, baik itu media cetak, audio, maupun audia visual. Pendirian media tersebut cukup menyampaikan laporan ke lembaga penerangan. Adapun konten dan jenis informasinya tidak perlu meminta izin karena media dalam Islam sudah pasti sesuai ketentuan syariat. Adapun tugas media ternagi 2 diantaranya:

1. Mengurusi Informasi Formal

Dalam hal ini yang berkaitan dengan negara, seperti hal-hal yang berkaitan dengan militer, industri, hubungan internasional. Orang yang terlibat di media ini mengkontrol secara langsung informasi resmi. Khalifah akan menetapkan mana informasi yang wajib ditutupi mana yang boleh diumumkan. Jenis informasi ini tidak boleh dimuat atau disiarkan oleh media swasta. 

2. Mengurusi Informasi Nonformal

Orang yang terlibat didalam media ini mengurusi informasi umum yang boleh dilakukan oleh pihak swasta.

Islam mengamanatkan kepada media untuk menggambarkan Islam ke tengah masyarakat, tidak ada tempat bagi penyebaran pemikiran dan pemahaman yang rusak dan merusak, pemikiran sesat dan menyesatkan, kedustaan dan berita manipulatif. 

"Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). (TQS.Annisa: 83)

Referensi 1. kitab stuktur negara khilafah, 2.  Bukunya Mass Communication Theories penulis McQuail, 3. Muslimahnews.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar