Sabtu, 19 Desember 2020

Karier Dakwah, emang Ada?

 




Karier 🤔, apa sih yang terlintas ketika mendengar kata karier? 

Itu loh, seseorang yang punya jabatan dalam pekerjaannya. Jabatan apapun itu, kalau para emak punya karier gak ya😁. Punya dong. Masa? Itu emak bakulan 🤭, mana suaranya emak bakulan😆. Nih... yang nulis juga emak bakulan🤣🤭 #Eeeh

Kalau kata Si Mbah Google 
Karier adalah perkembangan dan kemajuan dalam pekerjaan seseorang. Ini juga bisa berarti jenjang dalam sebuah pekerjaan tertentu.  Karier biasanya pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang mendapatkan imbalan berupa gaji maupun uang.

Tuh, perkembangan dan kemajuan. Contoh nih awalnya karier emak bakulan statusnya marketer, berkembang alias naik jabatan jadi reseller karna pencapaiannya bagus emak bakulan naik jabatan lagi jadi Agen terus aja meningkat sampe level tertinggi. Seneng gak kira-kira? Pastinya ya dong dapet uang pula🤑 Dasar emak liat duhid aja matanya ijo 😂🤭

Atau para pengusaha apapun yang buka cabang satu, dua, tiga dan seterusnya. Mantaf gak tuh😍🤩. Trus, apa hubungannya Rhoma sama judul tulisannya? Sabar dong Ani, makanya lanjut bacanya ya. 🤓Ok. 

----
Ketika karier dunia saja kita berharap semakin meningkat, berkembang dan maju, ya gak? Trus bagaimana dengan karier dakwah ini? "Karier dakwah kita mau meningkat jugakan?"

Saya sengaja menyebutny "karier" di jalan dakwah ini biar kita bangga berada di dalamnya🥰. Jangan mau kalah keren sama kerier (dunia) di luaran sana🤩🥳

Karier di dunia kita dapet popularitas dan materi. Lantas, karier dakwah dapet apa? 🤔
Karier dakwah juga sama bedanya popularitas kita di hadapan Allah sedangkan materi Allah ganti dengan pahalaNya.

Lagian dakwah itu kewajiban bagi seluruh muslim laki-laki dan perempuan, gak peduli status sosialnya apa, mau pejabat ke, pelajar, emak bakulan dll. 

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung". (TQS. Ali Imran:104)

Baca juga👇👇

Ranah dakwah juga luas dunia nyata dan dunia maya. Asal jangan dunia goib aja serem wkwk. Kita mau ambil bagain di mana? Dunia maya atau nyata. 
bisa kedua-keduany lebih bagus lagi. Dunia goib gak termasuk ya 😁 

Emang dakwah dunia maya macam gimana? Diantaranya menulis. Menulis apa? Menulis orderan 😁🤭 dasar emak bakulan hihi. Menulis menyampaikan ilmu, ilmu apa? Ilmu apapun yang kita miliki. 

Bahkan Rasulullah berpesan "sampaikanlah dariku walaupun satu ayat", tuh Rasulullah bilangnya satu ayat aja perlu disampaikan, gak harus nunggu kita menghebat dulu tuk menyampaikan sesuatu. Catet✍

Baca juga👇👇

Trus, cara menyampaikannya piye mak? Gampang, mau pake cara lisan atau tulisan? Tinggal pilih. Karena sejatinya dakwah itu kalau gak ngomong ya nulis.


----
Dakwah tidaklah sama dengan jenjang karir yang kita pahami dalam dunia kerja. Jenjang karir merupakan serangkaian pola dari pekerjaan-pekerjaan yang membentuk karir seseorang. Akan tetapi dalam dakwah, ada nilai-nilai yang harus dimiliki yaitu keikhlasan, pengorbanan, keteladanan dan kepercayaan.

Contoh nih, dulu karier dakwah (amanah) kita apa? Sebut saja bagian urusan konsumsi😁🤭, naik nih kariernya jadi, pembaca ayat Alquran, naik lagi jadi MC sampe akhirnya jadi pembicara. Seneng gak? Harus seneng dong, itu artinya Allah ngasih kepercayaan dan pingin kita dapet pahala lebih. 😍 Ngiler gak dapet pahala lebih🤤

Atau gini, dulu karier dakwah kita di ranah dunia nyata (menyampaikan dengan lisan) sekarang kariernya naik ranah dumay pun diambil (menyampaikan via tulisan).

Pasti kita mau dong karier dakwah kita gak diam di tempat aja. pingin semua potensi yang kita miliki bisa dikontribusikan tuk dakwah.

Baca juga👇👇

Duh aku kan gak bisa, bukan ahlinya dan alasan lainnya. Kita harus yakin Allah pasti memampukan dan memudahkan amanah ini. Kalo urusan gak bisa dan gak ahli itu proses, kita bisa belajar ko. Gak ujug-ujug, gak bisa ngedadak hanya tahu bolat aja yang bisa ngedadak🤣🤣

Berdoa dan minta sama Allah tuk dimampukan karier dakwah apapun yang kita genggam Aamiin.

Yuyun Suminah
Karawang, 31 Desember 2020
  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar