Rabu, 08 April 2020

Kisah Bayi Perempuanku




Bayi kecil itu sekarang genap sudah usianya 1 tahun. De, menantikanmu penuh drama hehe tapi berkesan. Jad.i ada cerita buat umi tulis hehe... dan ini tulisan pertama tentang kamu De Hasna. 

Setiap anak yang akan lahir ke dunia membawa kisahnya sendiri-sendiri dan semuanya istimewa. Patut disyukuri. Begitupun dengan bayi kecilku membawa cerita dalam kehidupanku. Ibunya.

Bayi mungil yang Allah izinkan melihat dunia di hari Jumat 26 April 2019 jam 8an WIB. Tangisnya memecah di ruangan operasi bayi perempuan mungul itu lahir ke dunia.


                               Usia 1 Hari

Aku yang masih setengah sadar karena efek bius samar-samar dengar tangisannya. Suami yang disampingku duduk menemani proses operasi dari Awal sampai selesai. Menjadi saksi melihat istrinya di sayat dan putus urat perutnya dengan pisau operasi. Cukup membuatku mendapatkan energi dari keberadaannya.

Yang sebelumnya ketegangan, stres, takut menggelayuti pikiranku. Ditambah dengan seorang perempuan (perawat) ketika pertama kali membuka operasi ini dengan acara format formal. Mungkin seperti itu prosedurnya. Dimulai dengan pembukaan, mengabsen setiap dokter yang ada diruangan, dan menanyakan kesiapan dari semua peralatan. Terakhir doa.

Mulut tak bersuara ini terus melafadzkan doa. Ah.. bikin aku tegang berat. Itu semua dilakukan ketika obat bius sudah disuntikan ketubuhku. Ruangan yang dingin mulai membuat tubuhku menggigil. Karena begitu dinginnya ruangan operasi gigi depan atas dan bawah saling beradu.

Obat bius masih menyisakan efeknya, kaki digerakan tak terasa. Apalagi ketika obat bius berangsur hilang. Mulailah rasa sakit hebat menyerangku malam pertama di rawat tak bisa tidur, hanya bisa nangis sambil berbisik ya Allah ternyata pengorbanan seorang ibu sama saja mau lahiran normal maupun Caesar. Sama-sama nikmat. Yang membedakan hanya sakit diawal dan diakhir.
*
*

Terbayar. Ya. rasanya hilang semua rasa sakit ini ketika melihat wajahnya. Tetesan beningpun keluar, Ku cium pipi dan keningnya. Ya Allah perjuangan aku selama hamil kau ganti dengan nikmat bayi mungul itu lahir dengan sehat walaupun dengan jalan CS. Artinya tubuhku yaitu bagian perutku luka. Tapi tak apa. Ini jalan terbaik dariMu.

Allah titipkan engkau kepada kami. Menemani umi,abi dan Aa Harits menjalani kehidupan ini. Ya Allah mampukan kami menjadikannya anak yang solehah, mendidiknya dengan agamaMu, membesarkannya dengn petunjuk RasullMu Aamiin.

Bayi kecil itu sekarang genap sudah usianya 1 tahun. De, menantikanmu penuh drama hehe tapi berkesan. Jadi ada cerita buat umi tulia hehe... dan ini tulisan pertama tentang kamu De Hasna. 
*
*

Umi dan Abi optimis kalau Umi bisa lahiran normal, karena kamu anak ke 2. Kata orang-orang akan lebih mudah. Tapi ternyata tidak dengan Umi. Diusia kehamilan 6 bulan Umi sudah merasakan ketidak nyamanan ketika berjalan. Perut terasa ditarik kencang dan sakit. Tidur dalam posisi miring ke kanan pun sakit.

Trisemester pertama Umi memeriksakanmu ke rumah sakit tuk memastikan kandungan Umi baik-baik saja. Ya. Karena Umi pernah keguguran. Selanjutnya kontrol bulanan ke Bidan yang dulu waktu Aa Harits lahiran

Rasa sakit di perut dikatakan oleh bidan hanya menyebutkan kalau kamu sungsang. Beberapa kali kontrol bulanan kau tak ada perubahan. Tuk memaksimalkan ikhtiar akhirnya kami ke dokter kandungan. Jelas sudah yang menyebabkan Umi kesakitan ketika jalan kaki dan tidur miring ternyata kamu kelilit tali pusar dan posisimu melintang.

Dokterpun ngasih arahan tuk dilawan rasa sakit itu. Itu artinya Umi harus tidur dengan posisi miring kanan dan melawan rasa nyeri itu. Dan menyarankan juga dengan terapi sujud. Dokternya bilang bisa ditambah dengan solat sunnahnya sujudnya dilamain sambil berdoa semoga terapi ini bisa merubah posisimu.

Pemeriksaan bulan berikutnya Umi dan Abi putuskan tuk di Dokter saja. Ternyata kamu masih nyaman dengan posisimu. Melintang dan terlilit tali pusar. Diusia hamil tua umi pun diprediksi akan lahiran secara CS kalau kamu posisinya masih nyaman seperti itu.

Umi stres umi masih optimis kamu bisa muter kepala posisi di bawah Nak. Tapi Umi pun harus siap kalau harus lahiran CS. Pemeriksaan selanjutnya kami dibuat terkejut dan takjub. Nak,.. posisi kepalamu sudah di bawah walaupun masih kelilit tali pusar.

Dokterpun ngasih masukan resiko lahiran dengan leher bayi kelilit tali pusar. Kalau di Bidan pastikan bidannya bersedia kalau di rumah sakit lebih nyaman artinya kalau-kalau tak bisa normal langsung ngambil tindakan lain yaitu CS.

Direkomendasikanlah rumah sakit mana yang menurut dokter itu tepat terutama dokter kandungannya.
Umi dan Abi pun meluncur ke rumah sakit yang direkomendasikan oleh dokter tersebut karena dikliniknya tidak membuka jasa persalinan hanya pemeriksaaan dan konsultasi saja.

Berharap kamu udah gak kelilit ketika di periksa. Ternyata kamu masih nyaman dengan posisi semula. Ok. Fix Umi siap CS. Di rumah sakit terdekat, jaraknya dekat dari rumah.

Karena berkaitan dengan urusan administrasi dengan tempat suami bekerja. Akhirnya Umi dan Abi ke rumah sakit khusus ibu dan anak. Umi dan abi memutuskan lahiran di sana. Supaya ada riwayat medisnya kamu harus ada rekam medisnya dulu maka Umi melakukan pemeriksaan.

Dokter pertama posisimu masih terlilit, pemeriksaan kedua dokter yang berbeda umi udah siap-siap membawa perlengkapan Umi dan kamu karena udah merasakan mules-mules. Karena kalau mau lahiran CS gak usah nunggu mules-mules dulu.

Ketika diperiksa kami kaget terlebih Umi dan Abi. Kamu sudah lepas dari lilitan tali pusar. Subhanallah. Umi seneng banget nak. Itu artinya Umi bisa lahiran normal.
Pemeriksaan selanjutnya kembali lagi ke bidan dan rencana lahiran di sana.

Cuman...

Bidannya menanyakan prihal mata Umi mines berapa? Karena mines itu mempengaruhi bisa normal atau tidak. Umi pun gamang lagi. Baru saja umi optimis ternyata berisiko lahiran normal dengan kondisi mata umi seperti ini.

Umi stres, demi mendapatkan kenyaman Umi pun bertanya kesalah satu temen yang sama juga minesnya tinggi. Beliau bisa normal. Umi pingin kaya gitu tapi ada rasa kewatiran dulu waktu lahiran Aa harits saja mines umi naik drastis dari 6 dan 7 kiri kanan sampai naik jadi 13 dan 14,5.  Gimana kalau sekarang lahiran normal?

Pemeriksaan ke dokter  selanjutnya ada angin segar karena dokter memprediksi saya bisa lahiran normal, kewatiran mata minus sedikit hilang. Tapi selesai pemeriksaan sang dokter bertanya minusnya berapa. Terjadilah obrolan panjang, sempet menyarankan periksa ke dokter mata tuk menyakinkan.

Sebenernya dokter tak memaksa semua keputusan ditangan sang pasein. Karena lahiran CS tetep berisiko begitupun dengan normal, hanya saja resiko dengan kondisi Umi saat ini lebih baik ambil jalan CS.

Menurut bayangan Umi lahiran CS itu mengerikan, horor. Mungkin pemikiran seperti ini yang bikin Umi stres. Abi pun ikut mencari solusi dengan cara bertanya-tanya ke rekan kerjanya termasuk konsultasi ke dokter tempat Abi  bekerja. Setelah kiri kanan shering sana sini. Akhirnya kami memutuskan tuk ambil jalan CS setelah dikasih masukan oleh dua dokter dari tempat Abi kerja dan dokter kandungan.

Bismilah Umi dan Abi ambil jalan CS
dan alhamdulilah atas izin Allah semua dilancarkan dan kau lahir ke dunia dengan selamat.

Kalau di hitung alur kamu nak, periksa ke RS. A--Bidan-- klinik--RS. B-- RS. C (Ini tempat lahiran), di sini kamu diperiksa oleh 3 dokter yang berbeda ๐Ÿ˜…

Dan akhirnya jadilah kisahmu๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜



Karawang, 26 April 2020

Umi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar