Kamis, 18 Desember 2025

Kena Giliran "Mengurus Atau Diurus"

 


Dauroh Janaiz tahun 2024


Kena Giliran "Mengurus Atau Diurus"

Oleh: Yuyun Suminah

Apapun yang dijalani pasti berawal dari motivasi, kenapa ikutan dauroh Janaiz, apa motivasinya, buat apa belajar.

Alhamdulilah atas izinNya aku sudah dua kali ikut pelatihan kepengurusan jenazah.

Pertama mentornya laki-laki langsung dari petugas yang suka ngurusin jenazah di RSUD karawang, lupa nama Ustadznya. Shering bagaimana beliau ngurusin berbagai macam kondisi jenazah, mulai dari jenazah korban kecelakaan, sakit, kriminal dan kondisi jenazah dengan berbagai kondisi lainnya.

Enggak bisa membayangkannya juga, yang ada di benak udah horor duluan hehe. Makanya amanah itu tepat beliau yang bisa karena Allah yakin beliau mampu.

Allah enggak milih aku karena aku enggak sanggup takut, yang ada aku kabur sebelum perang wkwk. Lagian aku juga enggak mau hehe belum siap lahir batin wkwk.

Sejatinya kita ini lagi menunggu giliran saja, setiap jiwa akan mengalami kematian

Allah ngingetin kita di dalam QS. Al-'Ankabut (29): 57: "Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan." (Menegaskan keharusan mati dan kembali kepada Allah).

Sekarang pilihannya dua, mengurus atau yang diurus. Balik lagi ke cerita aku, semua enggak ada yang kebetulan seperti kode dari Allah, kayanya aku kudu belajar. 

Karena aku punya pengalaman ikut mengurus jenazah tetangga yang meninggal, saat itu aku ikut memandikannya. 

Itu pengalaman yang pertama, padahal belum tau ilmunya. Kenapa aku saat itu mau dan kuat selama proses memandikan itu.

Aku diminta tuk memandikan bagian kepala (membersihkan rambut, keramasin) selama proses tersebut aku tak hentinya berzdikir dan masih engga nyangka, "ko aku berani".

Jadi awalnya yang memandikan personilnya kurang 1, ketua timnya menawarkan ke para pelayat perempuan siapa yang bersedia. Semua pada diem, entah dorongan dari siapa aku maju.

Mungkin Allah yang menggerakan hati ini akhirnya aku masuk dan pertama melihat tubuh kaku itu. Aku jujur syok, kaget. Ya Allah seperti ini tubuh orang yang sudah tak bernyawa.

Alhamdulilahnya hati bisa dikendalikan sambil terus dzikir. Ketua timnya pun terus ngingetin untuk terus dzikir. 

Pengalaman kedua ikut memandikan almh. Nenek 

Belum tau ilmunya hanya ngikutin intruksi juga, karena ini nenek sendiri aku lebih lama dsn lebih berani, lebih memperhatikan semuanya. Waktu itu aku membersihkan badannya pake sabun. Semua anggota keluarga yang ikut. 

Dari sana aku punya keinginan tuk belajar lebih dalam lagi, ikutlah pelatihan yang kedua dengan semua peserta perempuan dan lebih detail lagi dibandingkan dengan yang pertama, berbayar dapat buku panduannya, praktek, sesi tanya jawab dan doorprize hehe.

Selama prose pelatihan aku saat ini sedang berperan sebagai "mengurus", proses belajar ilmunya dulu walaupun setelah pelatihan itu ilmu aku belum dipraktekkan lagi. 

Ilmu itu akan nempel terus jika dipraktekan sesuai realitanya (jenazah). Justru aku diminta oleh salah satu Majlis Talim untuk memberiksn pelatihannya. 

Kalau secara ilmu aku juga sama masih belajar, hanya shering ilmu yang dimiliki saja hasil dari pelatihan aku sampaikan lagi. 

Shering tersebut aku hanya diamanahi secara teorinya saja, ada rekan aku yang sudah pengalaman sering mengurus jenazah, beliaulah yang banyak memberikan ilmunya sekaligus prakteknya juga.

Mengurus dan diurus, semua manusia akan mengalaminya. Yang kelak aku pun akan ada dimasa diurus oleh orang lain. Dimandikan, dikafani, disolatkan dan dikebumikan.

Mungkin anak-anakku juga ikut memandikannya, mengurusnya, mengsolatiku dan menanggung kerandaku dan menurunkanku ke liang lahat. Yang semua atribut dunia tak berlaku ketika di sana.

Hany amal kebaikan yang menemani, hanya safaat Alquran yang membersamai.

Ya Allah bila usiaku dipenghujung waktu, aku berdoa meminta matikan aku dengan akhir yang haik, husnul khotimah Aamiin

Bila ada dimasa itu pingin jangan sampai aku merepotkan anak cucuku, tidak sakit dengan berkepanjangan. Mati dalam keadaan sedang beramal soleh.

Sesuai buku yang aku baca "merencanakan kematian husnul khotimah". Semoga hari ini sampai masa itu aku diberi keistiqomahan merencanakannya. Aamiin

Kelak aku akan kena giliran dima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar