Diet Sehat Untuk Bekal Akhirat
Oleh: Yuyun Suminah
Diet? Bekal akhirat? Nyambungnya dari mana? Tenang-tenang, jangam ngegas dulu hehe
Sini sini kita duduk shering sambil baca tulisan aku ya. Sebelum dilanjut kita sepakati dulu kalau tubuh kita ini adalah amanah dari Allah, yang namanya amanah berarti kudu dirawat dan dijaga. Ya kan? Sepakat kan!
Buat apa dirawat dan dijaga, supaya semakin mudah untuk ibadah, mau melakukan ibadah harus dengan tubuh yang fit, sehat supaya ibadah kita bisa maksimal.
Kebanyang kalau kita lagi solat, mau pergi ngaji tubuh kita lagi sakit, pasti solat kita tidak maksimal, pasti enggak pergi ngaji. Solatnya sambil duduk dan rebahan. Ngaji bisa berangkat dengan kondisi tubuh enggak fit pasti kurang fokus.
Tapi Islam memberikan kemudahan bagi yang sedang sakit dengan posisi solat seperti itu.
Kita cek end ricek, kenapa sakit? Qodorullah. Ya sebagai umat Islam kita harus menyakini bahwa sakit itu ketetapan Allah. Tapi eh tapi, ada ranah manusia yang berperan kenapa kita bisa sakit.
Yang akhirnya ibadah kita tidak maksimal dijalankan akibat kelalaian dalam menjaga tubuh. Ini nih yang akan dihisab di akhirat.
Makanya menjaga pola makan itu penting, diet bukan pingin langsing, kalau pun langsing itu bonusnya. Yang terpenting tubuh kita sehat dengan tubuh sehat bisa melakukan aktivitas apapun tanpa batas termasuk juga dalam hal ibadah.
Ini pengalaman aku selama menjalani diet sehat. Aku mulai kenal dan mempraktekannya dengan ikut kelas diet sehat berbayar dengan biaya yang masih terjangkau pada 6 November 2022.
Kalau sudah niat, pantangan apapun bisa dilalui, tahan iman. Musuhnya orang yang lagi deit banyak hehe, makany penting banget tuk mengkuatkan niat.
Awalny timbang BB dan Lingkar perut diawal. Bb aku 68.6 dengan lingkar perut 104. Motivasinya apa pingin tahu diet sehat seperti apa, kalau ikut kelasnya semoga bisa istiqomah karena dijalani bareng-bareng sama pejuang lain juga hehe, kalau sudah tahu ilmunya semoga mudah dipraktekan.
Yang lebih penting pingin sehat, kalau efeknya langsing, itu bonus, rezeki yang diharapkan juga hehe. Secara dengan tinggi bada aku yg 155 cm Bb 68.6 itu diluar gelombang alias obesitas hehe apalagi dengan usia 33 tahun saat ikutan.
Selama 14 hari semua dikasih ilmunya, dimonitoring, difoto setiap sarapan, maksi dan maksonya di grup nanti dikomentari sama mentornya jika ada yang diluar arahan.
Pasti semua orang sebelum nikah badannya bah biola, langsing semampai. Qodorullahnya setelah nikah badan tumbuh kesamping bukan ke atas hehe. Katanya tanda bahagia.
Alhmdulilahnya pernah ngalaman dan ngerasain punya badan langsing waktu single hehe. 2 kali lahiran dan menyusui badan melar abis. Bb naik gila-gilaan, pola makan enggak telatur.
Sampai finis Bb di 68 itu sudah enggak nyaman, ditambah aku jarang olga, enggak pernah malah. Gamis aku yg size L udah sempit.
Sampai akhirnya liat postingan temen soal diet sehat ini. Atas izin Allah aku ikutan, dari sana Aku sadar selama ini pola makan aku berantakan. Selesai menyapih anak ke 2 mulai aku memikirkan tubuhku lagi. Karena dengan Bb segitu jujur enggak enak ke badan, gampang ngantuk, nyeri pinggang dan lainnya.
Enggak sampai ke parah sih, tapi kan jangan sampai nunggu datang penyakit ya. 14 hari aku lawan pantangannya makan dengan menu yang diarahka , no gula, no oil no tepung.
Selama proses diet kepala pusing dan lemes ternyata itu proses detok. Lulus 14 hari aku lanjutin sampai di Bb 58. Bisa turun 10 kilo itu 3 bulan waktu segitu dietnya gak ketat. Adakalnya aku maka gorengan, mie jajan lainnya.
Reaksi ke tubuh alhmdulilah ke badan ngerasa enteng, perut enggak buncit lagi.
Aku juga rajin olga di rumah, senam. Kalau pulang kampung aku libur dietnya. Ini nih godaannya, tapi aku niatka setelah pulangharus telatur lagi pola makannya.
Alhmdulilah sampai tulisan ini dibuat aku masih menjaga pola makan walaupun tidak seketat pas awal diet.
Malah sekarang olgaku naik level hehe dulu hanya senam aerobik, sekarang udah pake alat dumbbell. Nambah lagi alat olganya sit-up Stand Jenis olganya pun naik tingkat. Hehe
Yang bikin seneng lagi, suport suami. Alhmdulilah suami pun sama menjaga tubuh, rajin olga. Karena kita harus sehat, semoga dengan sehat yang diniatkan karena Allah bisa menjalankan amanah-amanahNya dengan maksimal, ibadah dengan maksimal.
Sekarang Bb aku naik lagi enggak 58 hehe.. paling tinggi 65, paling rendah Bb 60. Tp dari beberapa orang yang bilang kalau aku kurusan, padahal dietnya gak ketat-ketat amat.
Hanya lebih rajin olganya bisa setiap hari. Bismilah diet sehat untuk bekal akhirat. Aamiin


