Perantara Rindu Padamu Ya Rasullullah
Oleh: Yuyun Suminah
Aku tak pernah melihatmu
Aku juga tak hidup semasamu
Tak kenal siapa dirimu, keluargamu dan sahabatmu
Apalagi perjuanganmu, pengorbananmu dan dakwahmu
Tak merasakan perihnya darah bercucuran
Tak terbayangkan sakitnya lemparan batu
Laparnya perut saat memboikotan
panas dan melepuhnya kaki karena berjalan di pasir tersengat matahari
Aku dan Kamu terbentang jauh ratusan tahun lalu
Tapi itu semua bukanlah sekat aku tak mencintaimu
Bukan jarak yang tak bisa ditempuh
Bukan rasa yang tak bisa dirasakan
Bukan sakit yang tak bisa dibayangkan
Namamu tetap menggema di corong-corong Toa, di Majlis-majlis di Kota dan di Desa
Sejauh apapun aku dan dirimu
Selalu ada perantara pengantar semakin aku rindu kepadamu
Kami bisa mencintaimu tanpa melihatmu
Kami bisa mencintaimu tanpa merasakan hidup denganmu
Kami bisa menangis, merasakan setiap huruf yang terlewat, setiap kata yang berbaris dan setiap kalimat yang berkumpul
Merasakan setiap peristiwanya, gentingnya dan harapannya
Dan kami bisa menumbuhkan cinta ini lewat membaca
berharap lewat membaca menjadi wasilah aku semakin mengenalmu dan mencintaimu
Karena itulah caraku melepas rinduku padamu Ya Rasulullah lewat perantara membaca
Dari umatmu yang fakir ilmu
Yang ingin bertemu di surgaNya
.jpg)
