Selasa, 19 Agustus 2025

Madrasah Tanpa Atap #Part, Do'a Langit Itu Terjawab

 


Do'a Langit Itu Terjawab

Oleh: Yuyun Suminah

Awalnya dari sebuah pilihan lantas menjadi sebuah ketetapanNya. Kurang lebih 11 tahunan Allah masih mengizinkan amanah ini berada di pundakku. 

Mengelola lembaga Alkautsar. Suka duka mewarnai perjalanannya, nyerah, putus asa, cape, lelah, air mata, do'a, harapan, keiklasan rasa yang campur aduk silih berganti.

Siang saja bergantian dengan malam, bulan saja silih berganti dengan matahari. Apalagi saya hanya seorang perempuan ibu rumah tangga atas ridho suami, atas izin suami merasakan silih bergantinya suka maupun duka.

Jika tidak atas pertolonganNya mungkin Allah bukan memilih saya. Ya Allah mampukan hamba menjalankan amanah langit ini, bimbing terus lisan, hati, pikiran, sikap ini karena tanpaMu hamba tak sanggup, tak mampu. Mudahkan semuanya, kuatkan pundak ini, tegur hamba ya Allah jika lalai.

berharap apa yang hamba lakukan ini tetap menjaga niat iklas hanya mengharap ridhoMu, semoga dengan ini menjadi wasilah kemudahan dunia dan akhirat hamba dapatkan Aamiin.

Semoga menjadi wasilah Kau mengabulkan doa-doaku Aamiin.

2005 Alkutsar atas izin Allah berdiri sampai detik ini, 20 tahun kami menjalani amanah ini. Proses demi proses dilalui. Suka duka mewarnai perjalanan kami.

Semoga proses yang sudah dilalui maupun yang akan datang mampu mendewasakan kami, terus berbenah, terus memperbaiki dan terus belajar karena kami menyadari tak mampu menjadi sempurna.

Meminta kepada Allah dimampukan, dimudahkan mendidik, mencetak seperti slogan Alkutsar *"Mendidik Generasi Qur'ani"* yang berproses menjalankan isi Al-qur'an. 

Dan Alhmdulilah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah tahun ini tahun ke 2 Alkautsar menyewa rumah tuk tempat belajar.

Semoga keberkahan selalu kita dapatkan Aamiin

Jika diibaratkan manusia Alkautsar 20 tahun masa transisi dari remaja ke dewasa awal, mulai matang secara emosional, mental dan fisik.

Amanah hidupnya semakin bertambah, mulai berkembang tujuan hidupnya mau seperti apa, bagaimana cara meraihnya, memikirkan masa depan.

Begitu juga Alkautsar, banyak proses yang sudah dilalui, ujian, pasang surut, pernah ada difase menyerah, merasa sendiri dan lainnya.

Sekarang Alkutsar terus belajar, selangkah demi selangkah. Sebelumnya Alkutsar memiliki tempat belajar  tahun 2005 sampai 2015.

Tahun 2014 saya memilih bergabung dan qodorullah berada disini 

2015 umi hana ikut berjuang bersama disusul bu siti tahun 2016

Kiri Bu Siti, Umi Hana, Saya

Tahun 2016 sampai 2023 kami belajar di teras rumah kami. Selama 7 tahunan kurang lebih kami banyak berproses. 

Setiap acara besar seperti buka puasa bersama, Markat day selalu kami adakan walupun teras rumahnya sudah tidak cukup. Solusinya dengan memakai bahu jalan depan rumah aku.

Foto


Acara akhir tahun (perpisahan) kami selalu memakai Masjid Nurul Huda. Tempatnya lebih leluasa dan nyaman ada ACnya lagi hehe, alhmdulilah. Karena tidak memungkinkan kalau diadakan di bahu jalan atau depan rumah saya.

Kadang acara gabungan TPQ dan DTA digabung seperti sanlat, hari besar Islam pun diadakan di Masjid. 

Sampai akhirnya do'a puluhan tahun lalu, penantian penuh kesabaran dan harapan. Waktu itu tiba, KAU kabulkan diwaktu yang tepat, yang indah dan rencanaMu selalu yang terbaik.

1 Agustus 2024 Alkautsar memiliki tempat belajar Alhamdulilah. Dengan lika-liku ikhtiar, harap-harap cemas ah... rasanya Allah seperti ingin membuat takdir ini lebih berkesan, lebih tuk berjuang, lebih tuk berdo'a, lebih tuk berharap agar berujung manis.

Semoga tulisan ini hanya secuil mengingatkan kisah hidupku bersama Alkutsar agar aku mampu untuk mengenangnya dan bersyukur Aamiin

**

 Semua indah disaat waktu yang tepat dan layak diberikan amanah gedung ini kami genggam. Atas rencana Allah pingin sekali mindahin Anak DTa sebelum aku dan suami pergi safar Umroh. 

Atas izin Allah solusinya yaitu ngontrak rumah. Kebetulan rumah di gang aku ada yang kosong. Cobalah kutanya-tanya harganya ke pengontrak sebelumnya karena secara pribadi kami sudah deket, saling kenal. Dapet info dari pengontrak sebelumnya yang sudah pindah rumah keluarlah angka sebulan 800 ribu.

Aku pun dikasih no pemilik rumah siapa tau bisa nego harga. Ternyata belum juga nego harga. Pemilik rumah bilang kalo rumah sudah ada yang ngontrak. Belum rezeki.

Solusi bermunculan ada beberapa rumah kosong tapi pertimbangnya belum ada terasnya, pagernya belum ada, masih bangunan lama.

Opsi lain pindah ke pelataran Masjid masih jauh dari pertimbangan. Kalau tuk sesekali emang kita suka di sana, biasanya setiap hari jumat. Karena jadwal literasi dan tahsin semua santri dari setiap kelas digabung.

Rencana Allah lebih sempurna

Ada salah satu santri aku akan pindah rumah. Ibarat angin segar. Aku pun memberanikan diri tanya-tanya langsung. Rumahnya mau dikontrakin atau dijual?

Tanggal 10 Juli 2024 aku beranikan diri WA yang bersangkutan keluarlah nominal yang bikin aku tertegun, uang dari mana, besar banget 7 juta setahun. Kalau mau bulanan 700 ribu, kekejar tidak jika mengandalkan gaji suami? Galau, khawatir, takut memenuhi pikiranku.

Uang infaq bulanan dari santri tidak aku masukan dalam solusi ini, karena sadar untuk honor guru saja kadang suka kewalahan, banyak kurangnya. Yang terpenting dahulukan rekan kerja aku dulu.

Yang punya rumah ternyata sudah menawarkan ke orang lain masih satu komplek juga dengan aku. Beliau juga bilang kalau orang itu enggak jadi ngontrak nanti tuk anak-anak ngaji bisa dikurangi, tapi nunggu kabar dari orang itu dulu nanti dikabarin lagi.

Beberapa hari setelahnya aku pun kembali menanyakan kalau itu rezeki anak-anak ngaji dari harga 7 juta bisa kurang berapanya. Sengaja aku tanyakan itu tuk bahan pertimbangan dan waktu tuk mengupayakan uangnya, walaupun belum ada hilal uangnya.

Belum juga keluar nominal berapa kurangnya, dapet kabar kalau oranf yang bersangkutan jadi mengontrak. Opsi rumah wali santriku gagal. Ada rasa kecewa tapi begitulah cara Allah ingin melihat sejauh apa ikhtiar aku. Belum rezeki.

Putus asa, tidak. Aku melanjutkan ikhtiarku masih satu gang, depan rumahku baris yang ke 4.

Disaat mengharapkan lebih Allah masih pingin melihat aku lebih berharap lagi ke DIa. Menguji aku dan suami apakah putus asa atau yakin.

Ternyata rumahnya sudah ditag duluan sama tetangga yang beda gang. Masih belum rezeki kami.

Sempet bingung gimana ini solusinya, sedangkan keinginan kuat aku, pingin banget anak-anak harus pindah sebelum kami safar.

Lika liku pun mewarnai proses ini, agar lebih berasa betapa ikhtiar aku dan suami kuat. Berdo'a lagi, minta lagi, memohon lagi agar semuanya dimudahkan. 

Tempatnya belum ada Allah sudah memberikan solusi perkara uang sewanya. Dan atas izin Allah dengan niat dan mempertimbangkan semuanya uangnya sudah kami persiapkan. 

"Ya Allah jika uang ini bisa mempermudah niat kami bertamu ke rumahMu, jadikan semuanya mudah". 

5 juta kami siapkan untuk biaya ngontrak, walaupun tempatnya masih berupaya mencari. 

Allah selalu punya rencana indah dan kejutan yang tak disangka-sangka, mudah bagiNya membolak balikan hati makluknya. 

Aku di WA oleh orang yang bersangkutan yang mau ngontrak rumah wali muridku, bahwa beliau tidak jadi ngontrak di sana.

Kabar pun datang juga dari pemilik rumah ngabarin aku orang tersebut tidak jadi ngontrak. Keyakinan akan diuji apakah hati ini bener-bener yakin atau ragu kalau DTA bisa pindah atau tidak.

Opsi tetap di rumah aku tidak terlintas saat itu, aku yakin tahun ini 2024 anak-anak ngaji akan pindah tempat belajarnya.

Setelah mendengar kabar itu aku langsung koordinasi dengan para guru, dengan tetangga minta rekomwndasi tukang tuk merenovasi dan info ke wali murid bahwa alkutsar akan ngontrak.

Proses perbaikan dimulai 2 pekan selesai, tanggal 1 aguatus kami tayskuran mwngundang santri, ortu santri dan aljmni tuk hadir diacara launcing.

Dengan mwnurunka  spanduk di tembok bismilah resmi. Alkutsar pindah lokasi belajarnya TPq dan DTa.

Semua isinya dipenuhi oleh Allah lewat perantara donatur seperti gordeng, papan tulis, rak Buku, lemari, meja, Al-quran, iqro, sapu, pengki, rak sendal, pajangan dingding, jam, kipas, sabun, rak piring gelas, air minum bahkan listrinya pun dibayari donatur.

Plong rasanya mengkondisikan semuanya sebelum kami pergi, secara logika manusia jika kita ada keperluan harusnya uangnya buat keperluan kita saja, sudah tau kita akan pergi safar. Tapi kami yakin bahwa Allah akan mencukupkan, akan menolong bagi siapa saja yang menolong agamaNya. Wallahu'alam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar