Senin, 14 Juli 2025

Selalau Ada Walaupun Tak Membersamai

0 comments

 



Selalau Ada Walaupun Tak Membersamai

Oleh: Yuyun Suminah

Tak akan ada istilah mantan orangtua, mantan anak kalau mantan istri atau suami pasti ada. Mantan istri atau mantan suami hanya berlalu bagi Ibu Bapakku. Ya. Mereka bercerai. Mungkin sebagaian orang mengira perceraian lebih banyak membawa luka, sakit hati dan selalu anak yang menjadi korban. Ya, tak bisa dipungkiri setiap pilihan selalu ada resiko yang harus diterima.

Jika kita terlalu fokus kepada rasa sakit, maka tidak akan pernah bisa menikmati kisah indahnya karena melihat dari sudut pandang sakitnya. Namun Allah maha adil luka dan rasa sakit itu selalu ada penawarnya jika kita lihai dalam melihat dari sudut pandanganNYA. Menerima ketetapanNYA.

Aku memang tak hidup satu atap dengan Ibu karena Bapak memilihku untuk bersamanya dari usia yang tak bisa aku menentukan pilihan ikut ibu atau Bapak. Saat itu usiaku kisaran satu tahun. Walaupun ibu tak membersamaiku namun kenangan bersamanya selalu terselip disetiap libur sekolah walaupun terpisah jarak dan waktu. Disanalah letak indahnya bersama ibu walaupun hanya sekedipan mata.

Bagaimana Ia memandikakku, memakaikan pakaian dan menyisirku itu kenangan yang trlah terekam dalam ingatanku di usia sekitar 5 tahunan. Berkunjung ke rumah ibu selalu jadi momen spesial ”aakan aku ukir apa lagi kenangan bersamanya”?

Mendidik karena tak seatap ya memang jauh dari maksimal, tak akan bisa melihat berkembangnya anak, sejauh apa kemampua belajarnya, pemahaman agamanya, puasanya danlainnya. Tapi Allah menyelipkan kisah indah dan semoga itu bukti ibu masih menjalankan kewajibannya untuk mendidik anaknya agama walaupun bukan dari lisannya aku bisa mengucapkan do’a-do’anya tapi dengan mengajak solat berjamaah disanalah perannya tertunaikan.

Nasihatnya memang tak setiap waktu aku dengar, tapi pertemuan yang singkat namun bermakna itu cukup menjadi kenangan yang akan aku selalu ingat. mengiatkan akan pentingnya menjalankan kewajiban solat lima waktu itu dan jangan pernah meninggalkannya. Walaupun solat berjamaah itu kurasakan hanya sebentar. Nasihatnya membekas dalam ingatanku.

Waktu terus berputar, kebiasaan menghabiskan liburan sekolah mulai dari SD, SMP, SMK dan kuliah selalu menjadi pilihan tuk datang ke rumah ibu. Cintamu memang tak berucap tapi dapatku rasakan dari isarat tubuhmu. Pengorbanannya pun aku tetap rasakan walaupun tak setiap hari terlihat olehku. Kau selalu membuat semuanya tersedia walaupun terkadang kedatanganku tak selalu ketika kau berrezeki. Tapi tak menyurutkan Ibu untuk tidak memberikan yang terbaik walaupun dengan sderhana bahkan pas-pasan.

Seperti kebiasaan ibu kalau aku mau pulang pasti segala sesuatunya sudah ibu siapkan apa saja yang bisa aku bawa pulang. Mulai dari ngasih alat tulis, beras, bahan makanan mentah seperti opak dan ranginang mentah. Kalau lagi panen sayur mayur seperti kacang panjang, cabe, buah-buahan seperi mangga, pisang dll pasti jadi bahan oleh-olehku termasuk juga uang.

Datang ketika tidak di musim panen, maka stok beras yang biasa kau bawakan untuk oleh-oleh aku pulang tak ada, namun kau tetep membawakannya walaupun kau harus meminjam ketetangga. Jika ada beras tapi tidak ada uang kau pasti membawa sekantong beras yang dirasaa cukup untuk ongkos dan uang jajanku tuk bebera hari di rumah nenek.

Pernah aku memprogoli ibu membawa tentengan beras dengan dikantong plastik hitam, ibu apa Ibu bilang mau pinjem dulu ke tetanga supaya aku bisa pulang. Masih tersimpan dalam ingatan waktu itu bada Shubuh ibu  keluar rumah tuk mencari pinjaman dengan membawa bungkusan plastik hitam.

"Ibu... apa itu?"
"Ini beras, mau ibu tuker sama uang, buat nambahin ongkos kamu pulang", jaga-jaga kalau gak dikasih pinjeman. Ibu mau menjual beras ini. Deg... hatiku remuk melihat sikap sayang ibu kepadaku
😭. Begitulah cara beliau menunjukan cintanya. Tak banyak bicara cukup isarat tubuhnya yang menunjukan begitu cinta dan sayangnya kepadaku.

Kau memang tak bisa memberikan cintamu setiap detik kepadaku tapi lebih dari cukup kau berusaha bersikap adil kepada anak-anakmu.

Kau memang tak menyaksikan aku tumbuh dan berkembang setiap saat karena keadaan yang tak bisa menyatukan tapi cinta dan doamu selalu menyertai.

Kau... ibuku tapi bukan hanya milikku, aku anakmu tapi bukan hanya aku anakmu. Ibu... terima kasih kau telah mengandung dan melahirkanku dan menyusuiku walaupun kau tak membersamaiku.

Aku akan tetep meminta doamu walaupun doamu tak hanya tuk ku.
Aku tetep bangga menjadi anakmu dan aku menyanyangimu dan mencintaimu ibu.

**

Banyak cara untuk mengenang seseorang yang kita cintai. Selain lewat doa, lewat album foto, bisa juga lewat tulisan. Meluapkan rasa rindu ini lewat ukiran aksara demi aksara.

 

Termasuk orang terdekat kita yaitu orangtua. Setiap orang pasti punya kenangan tersendiri baik kenangan itu rasa bahagia maupun sedih dll. 

 

Termasuk dengan diriku punya kenangan dengan sosok lelaki multitalenta yaitu Bapak, walaupun kenangan itu tak selamanya bahagia dan manis selalu. Yang tak manis aku simpan dalam memori hatiku cukup Allah saja yang tahu. Biar yang akan aku abadikan momen bahagia dan perjuangan dengan sosok lelaki itu.

 

Lelaki itu bagiku multitalenta semua jenis pekerjaan Bapak pernah lakoni selagi itu halal, memanfaatkan keahlian tenaga bukan otak alias keahlian yang bertandakan selembar ijazah. 

 

Bapak lahir tanggal 17 Agustus 1964 di kota Karawang dan meninggal tanggal 12 Desember 2014 diusia yang terbilang masih muda 55 tahun. Beliau hanya lulusan SD tak punya keahlian apapun, otomatis jenis pekerjaan yang dilakoni pun bukan jabatan kantoran. Tapi profesi yang hanya mengandalkan tenaga semata.

 

Masih ingat waktu itu aku masih SD kelas 1 pekerjaan Bapak sebagai tukang parkir, tau kan uang yang didapatkan sama tukang parkir semuanya uang kencringan alias logam. Setiap pulang kerja Bapak selalu meminta aku tuk membantu menghitung uang logam tersebut berdasarkan nominalnya. Setiap sepuluh ribu rupiah Bapak membungkusnya dengan kertas dan dikasih tulisan "Rp10.000" biar mudah saja. Kreatif ya😁

 

Pernah diajak Bapak ke pasar tuk beli sendal harganya Tiga puluh lima ribu rupiah, uangnya yang sudah kami bungkus dan bertulisan, pedagangnya bengong aja 😁

Kaget kali ya baru kali ini ada pembeli uangnya logam dan dibungkus. Kalau liat reaksi mukanya tuh penjual asli pingin ngakak bengong-bengong lucu 😂🤣

 

Waktu SMP Bapak pun ganti profesi jadi tukang Bubur Ayam. Aku selalu terlibat dalam proses dagangannya semisal bantu menggoreng kerupuk atau memotong bawang merah, bawang daun dll.

 

Bapak itu multitalenta semua jenis pekerjaan sudah dicobanya mulai dari Dagang Baso, Mie Ayam, Bubur Ayam, pedagang Asongan, tukang parkir, kendektur, tukang ojeg, tukang becak, Tukang Calo (yang suka nyari penumpang) Terakhir beliau geluti sampai beliau meninggal yaitu supir Angkot (Angkutan Umum). 

 

Banyak asem garam kehidupan yang beliau rasakan. Pengalaman hidupnya menjadikan aku banyak belajar tentang arti  kehidupan. Hanya ada satu kata "Bangga". Aku bangga menjadi anakmu pak😍😥. Semoga aku jadi anak yang solehah Aamiin 😭

 

SMA Bapak beralih profesi lagi jadi supir. Selama jadi supir Angkutan Umum aku juga sering diajaknya narik, anggap aja lagi jalan-jalan muter-muter kota Karawang. Bisa tahu keseharian Bapak di luar. Aku duduk di depan samping Bapak.

 

Saat perut lapar dan haus tinggal berhenti tuk beli makanan. Ternyata nemenin narik itu gak enak, udah panas, debu, bising dengan kendaraan, pegel duduk terus. Ngebayangin Bapak tiap hari seperti itu. 😥 

 

Aku jadi tau penghasilan Bapak narik sehari itu. Mobil yang Bapak gunakan bukan milik sendiri tapi milik orang lain. Yang harus setor setiap harinya. Masih inget banget setoran sehari itu ada yang Lima puluh ribu rupiah, Tujuh puluh lima ribu rupiah variasilah. Tergantung pemilik mobil. Bapak sering gonta-ganti majikan kalau dirasa sudah gak cocok, entahlah gak cocok kenapanya hanya Bapak yang tahu. Kalau sudah gitu pasti langsung ngelamar lagi dengan bermodalkan pengalaman dan SIM.

 

Keuntungan Bapak jadi supir kami sekeluarga setiap libur lebaran pasti ada satu hari kami jalan-jalan dengan mobil tersebut. Alhamdulilah bisa menghemat😁.

 

Sampai Bapak bisa mengantarkan aku ke "bangku kuliah". Inget banget Bapak bilang kalau beliau tidak bisa membiayai kuliahku kalau hanya mengandalkan penghasilan dari supir angkot. Bapak hanya bisa mendoakan saja. Akhirnya aku pun kerja sambil kuliah. Bisa aku jalani dua aktivitas itu berkat doa dari Bapak. Terima kasih pak atas doamu😘.

 

Begitulah seharusnya seorang pemimpin  keluarga, bekerja keras menjalankan perannya yang sudah menjadi kewajibannya menafkahi keluarga dengan cara apapun selama itu halal. Ketika cara itu dibolehkan oleh syariat maka sudah pasti Allah ridho. Kebahagian bukan dilihat besar kecilnya penghasilan tapi seberapa besar ketaatan kita kepadaNya.

 

Ya Allah ampuni dosa-dosa Bapak, terimalah segala amal ibadahnya dan jadikan aku anak yang solehah dan pertemukanlah aku dengan Bapak di SurgaNya Aamiin😭😭

 

Bapak I love U 😭😭

 

Rezeki Tujuh Hari Bersama Bapak

Baru menyadari setelah bapak pergi bahwa Allah memberikan rizki selama 7 hari merawat bapak

 

Baru menyadari setelah bapak pergi bahwa Allah memberikan rizki salama 7 hari bersama aku.

 

Aku pun menyadari selama 7 hari belum bisa maksimal merawatnya, dengan kondisi punya bayi 4 bulan.

 

Niat diawal Bapak tinggal bersama aku dan suami tujuannya tuk mempermudah berobat, beryukurnya fasilitas kesehatan Rumah sakit deket dengan tempat tinggal kami.

 

Hari pertama bapak masih bisa momong bayi Harits, sambil aku ngerjain ini itu di rumah. 

 

Dititipin kalau aku mau mandi atau solat.

Ketika dibawa berobat pun bapak masih bisa gendong bayi, aku nyetir motor.

 

Aku baru menyadari Allah memberikan kesempatan rezeki di waktu 7 hari itu, mengantar bapak berobat, menemaninya walaupun aku juga belum maksimal karena fokusku terbagi dengan mengkondisikan bayiku.

 

Diagnosa awal, dokter bilang jantung dan ginjal, gejalanya terlihat kaki Bapak bengkak. Saran tuk menjaga pola makan, termasuk mengatur minumnya.

 

Ah.. maafin aku Pak😭, adakalanya aku pun tidsk sabar, bentakan karena beliau tidak nurut sama saran Dokter.

 

Ya Allah maafkan aku😭

 

Aku baru menyadari setelah Bapak pergi, Allah memberikan rizki selama 7 hari disela merawatmu.

 

Kau banyak cerita tentang masa mudamu, pekerjaan waktu mudamu, kau cerita bagaimana pertemuan pertama dengan ibu, yang selama ini aku pun baru tahu karena sedikit sekali kau bercerita tentang masa lalumu.

 

Aku baru menyadari itu rezeki bagiku😭 

 

Kesehatanmu semakin menurun, kau gampang banget tertidur, duduk di kursi senderan saja kau tidur, memangku bayi Harits sambil tidur, dimana pun kau duduk kau pasti tertidur. 

 

Kadang kau bisa tidur lama, jika tidak dibangunkan. Daya ingatmu juga berkurang, suaramu mulai tidak jelas. Kau lemas ketika bangun, tuk duduk saja kau tidak kuat.

 

Aku baru menyadari setelah kau pergi selama 7 hari itu, Allah memberikan rizki yang luar biasa bagiku.

 

Disela istirahatmu, aku meminta Bapak tuk mandi, sudah beberapa hari hanya dilap kain basah saja.

 

Alhmdulilah Bapak bisa bangun dan pergi ke kamar mandi. Selama di kamar mandi tidak terdengar suara guyuran air, lama sekali.

 

Pikir aku mungkin lagi buang hajat dulu. "Tapi ko lama ya"

Penasaran aku panggil-panggil, hanya dibalas dengan suara lirih "Mmm".

 

Aku pun kwatir terjadi apa-apa, "Pak, izin masuk ya".

 

Ketika di buka pintu kamar mandinya posisi Bapak duduk di diatas Wc dengan posisi masih pakai celana pendek, sambil nyender ke tembok, tertidur.

 

Ya Allah alhamdulilah Bapak baik-baik saja.

"Pak, Yun mandiin aja ya?"

"Ya"

 

Ya Allah baru aku menyadari itu rezeki terindahku. 😭 aku pun memandikan Bapak, mengalirkan air dari gayung ke badannya dengan posisi masih pakai celana pendek, air membasahi kepalanya.

 

Aku gosok Bapak dengan sabun di punggungnya, tangannya, kakinya, aku keramasi rambutnya, aku gosok-gosok pelan rambutnya. Aku bilas sampai bersih dan selesai.

 

Aku pun meminta Bapak tuk mengganti celana sendiri, alhamdulilah Bapak masih bisa.

 

Aku pun meminta bapak untuk whudu tuk solat Dzuhur. Alhmdulilah atas izin Allah bayi Harits lagi anteng, aku bisa melakukan itu dengan tenang.

 

 Aku baru menyadari di tujuh hari itu, melihatmu mengadahkan tangan (berdoa) lama sekali ketika solat dzuhur selesai aku memandikanmu.

 

Entah doa apa yang beliau minta disisa umurmu😭

 

Aku baru menyadari selama 7 hari kau menyampaikan cita-cita dan impian terakhirmu.

 

Kau bilang "pingin punya rumah, pingin beli rumah yang sudah jadi saja, jadi tidak usah ngebangun dari awal".

 

Kau pun bilang uang tabungan Bapak dari hasil menjual tanah buat biaya berobat dan beli rumah.

 

Malam terakhirmu, kesehatanmu semakin memburuk, kau sudah tidak kuat bangun tuk pipis, cenalamu basah oleh air pipis, Alhmdulilah ya Allah semoga KAU ridho dan terima kasih aku diberikan kesempatan membersihkan air pipismu, mengganti celanamu dan memakaikan pempes orangtua. Walupun aku belum bisa maksimal merawatmu.

 

Malam terakhirmu aku mulai menangis, memikirkan apa Bapak sebentar lagi mau pergi 😭 sekuat tenaga aku buang pikiran itu.

 

Daya ingatmu mulai hilang, kau tak ingat anakmu yang pertama (Kakakku). Kau hanya ingat aku dan menantumu (suamiku)

 

Kau menyebut namaku, setelah aku bilang" Pak ini siapa? Sambil nunjuk diriku sendiri yang duduk disampingnya

Kau bilanag "Yuyun".

"Ini siapa?" Sambil menunjuk suamiku yang duduk disebelah aku.

Kau bilang "Opik"

 

Kami yang ada di situ semua menangis 😭

Malam itu, kau sudah tidak bisa berkata apa-apa, kau terpejam terus, alunan ayatNya pun kami perdengarkan.

 

Berharap Allah memberikan ketenangan kepada kami dan bapak.

 

Pagi hari, kau tak ada perubahan. 

Nafasmu mulai tersenggal-senggal (ngorok)

Semua saudara kami hubungi, termasuk Ibunya (nenekku)

 

Alhamdulilah kau meninggal dikelilingi oleh anak-anakmu, saudaramu (adeknya bapak, kakaknya bapak) dan keponakan-keponakanmu.

 

Lewat suara suami kau ditalkin dibisikan ditelingamu kalimat syahadat" Ashaduala ilahailaah waashaduana muhammadrrosulluh" 

 

Pelan-pelan kami yang menyaksikan itu tak kuat membendung air mata. 

Kau pun pulang ke rumah peristirahatanmu😭

 

Yang kau minta "pingin punya rumah yang sudah jadi". rumah terakhirmu. Ya Allah berasa mimpi, tidak percaya apa yang aku lihat. Bapak pergi selamanya. 

 

Ya Allah terima Kasih banyak kau memberikan aku rezeki, kenangan terindah selama 7 hari merawatmu, memandikanmu, dan itu memandikan terakhirku, melihatmu berdoa mengadahkan tangan lama, itu pemandangan terindah. 

 

Dan mengingat namaku dipenghujung usiamu dan menyaksikan kau ditalkin dengan kalimatNya itu suara terakhirmu.

 

Bapak pergi dihari jumat jam 09.00 di usia 55 tahun

 

Inalilahiwainalilahirojiun

 

Teriring do'a untuk almarhum,

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لها وَارْحَمْها وَعَافِها وَاعْفُ عَنْها وَأَكْرِمْ نُزُلَها وَوَسِّعْ مُدْخَلَها وَاغْسِلْها بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّها مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْها دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِها وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِها وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِها وَأَدْخِلْها الْجَنَّةَ وَأَعِذْها مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ 

 

"Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempatnya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah dia dengan air, salju dan embun. Sucikanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana pakaian disucikan dari najis. Gantikan untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, gantikan untuknya keluarga yang lebih baik dari keluarganya,  Masukkanlah ke dalam surga dan lindungilah dia dari azab kubur dan azab neraka." 

 

آمين يا مجيب السائلين

 

Bapak semoga Allah mempertemukan dan dikumpulkan di surgaNya Aamiin

 

Aku sayang Bapak, maafkan aku pak, maafkan belum maksimal dalam merawatmu. 

 

Maafkan aku yang belum bisa membalas semua pengorbananmu. Ibu tak apa kita di dunia tak bersama, berharap semoga kita di Syurga Allah kumpulkan Aamiin.

***

Yuyun Suminah perempuan kelahiran kota Karawang Jawa Barat pada tanggal 03 Desember 1989. selain sebagai istri dan ibu bagi dua anaknya Ia pun sebagai Guru di Madrasah takwiliyah Awaliyah, hobi menulisnya disalurkan dengan menulis opini yang dikirimkan ke media-media online maupun cetak sedangkan hobi membanya disebarkan dengan mengelola perpus tempatnya mengajar. Kini lebih dari 100 lebih tulisan opini yang sudah Ia tulis tersebar di media online yang ada di Jawa Barat, Ia selain sebagai seorang Ibu, Guru Madrasah ..., di Karawang Ia pun aktif di komunitas menulis seperti revowtiter dan komumitas baca yaitu komunitas Bacayuk.

 

Untuk mengenal lebih dekat bisa kunjungi FB@Yuyunsuminah,

 



Kini lebih dari 100 lebih tulisan opini yang sudah Ia tulis tersebar di media online yang ada di Jawa Barat, Ia selain sebagai seorang Ibu, Guru Madrasah ..., di Karawang Ia pun aktif di komunitas menulis seperti revowtiter dan komumitas baca yaitu komunitas Bacayuk.


Untuk mengenal lebih dekat bisa kunjungi FB@Yuyunsuminah, Blog yuyunH2ai. Blog.com







Tidak ada komentar:

Posting Komentar