Rezeki Tujuh Hari Bersama Bapak
Oleh: Yuyun Suminah
Baru menyadari setelah bapak pergi bahwa Allah memberikan rizki yang mahal yang tidak bisa aku beli dengan uang selama 7 hari merawat bapak
Baru menyadari setelah bapak pergi bahwa Allah memberikan rizki tak ternilai salama 7 hari bersama aku.
Baru menyadari betapa Allah memberikan kesan yang terindah bersama Bapak selama 7 hari agar aku punya kenangan manis bersamanya.
Baru menyadari betapa Allah memberikan kesempatan yang mahal agar aku beryukur telah merawatnya
Aku pun menyadari selama 7 hari belum bisa maksimal merawatnya, dengan kondisi punya bayi 4 bulan.
Niat diawal Bapak tinggal bersama aku dan suami tujuannya tuk mempermudah berobat, beryukurnya fasilitas kesehatan Rumah sakit deket dengan tempat tinggal kami.
Hari pertama bapak masih bisa momong bayi Harits, sambil aku ngerjain ini itu di rumah.
Dititipin kalau aku mau mandi atau solat.
Ketika dibawa berobat pun bapak masih bisa gendong bayi, aku nyetir motor.
Aku baru menyadari Allah memberikan kesempatan rezeki di waktu 7 hari itu, mengantar bapak berobat, menemaninya walaupun aku juga belum maksimal karena fokusku terbagi dengan mengkondisikan bayiku.
Diagnosa awal, dokter bilang jantung dan ginjal, gejalanya terlihat kaki Bapak bengkak. Saran tuk menjaga pola makan, termasuk mengatur minumnya.
Ah.. maafin aku Pak😭, adakalanya aku pun tidsk sabar, bentakan karena beliau tidak nurut sama saran Dokter.
Ya Allah maafkan aku😭
Aku baru menyadari setelah Bapak pergi, Allah memberikan rizki selama 7 hari disela merawatmu.
Kau banyak cerita tentang masa mudamu, pekerjaan waktu mudamu, kau cerita bagaimana pertemuan pertama dengan ibu, yang selama ini aku pun baru tahu karena sedikit sekali kau bercerita tentang masa lalumu.
Aku baru menyadari itu rezeki bagiku😭
Kesehatanmu semakin menurun, kau gampang banget tertidur, duduk di kursi senderan saja kau tidur, memangku bayi Harits sambil tidur, dimana pun kau duduk kau pasti tertidur.
Kadang kau bisa tidur lama, jika tidak dibangunkan. Daya ingatmu juga berkurang, suaramu mulai tidak jelas. Kau lemas ketika bangun, tuk duduk saja kau tidak kuat.
Aku baru menyadari setelah kau pergi selama 7 hari itu, Allah memberikan rizki yang luar biasa bagiku.
Disela istirahatmu, aku meminta Bapak tuk mandi, sudah beberapa hari hanya dilap kain basah saja.
Alhmdulilah Bapak bisa bangun dan pergi ke kamar mandi. Selama di kamar mandi tidak terdengar suara guyuran air, lama sekali.
Pikir aku mungkin lagi buang hajat dulu. "Tapi ko lama ya"
Penasaran aku panggil-panggil, hanya dibalas dengan suara lirih "Mmm".
Aku pun kwatir terjadi apa-apa, "Pak, izin masuk ya".
Ketika di buka pintu kamar mandinya posisi Bapak duduk di diatas Wc dengan posisi masih pakai celana pendek, sambil nyender ke tembok, tertidur.
Ya Allah alhamdulilah Bapak baik-baik saja.
"Pak, Yun mandiin aja ya?"
"Ya"
Ya Allah baru aku menyadari itu rezeki terindahku. 😭 aku pun memandikan Bapak, mengalirkan air dari gayung ke badannya dengan posisi masih pakai celana pendek, air membasahi kepalanya.
Aku gosok Bapak dengan sabun di punggungnya, tangannya, kakinya, aku keramasi rambutnya, aku gosok-gosok pelan rambutnya. Aku bilas sampai bersih dan selesai.
Aku pun meminta Bapak tuk mengganti celana sendiri, alhamdulilah Bapak masih bisa.
Aku pun meminta bapak untuk whudu tuk solat Dzuhur. Alhmdulilah atas izin Allah bayi Harits lagi anteng, aku bisa melakukan itu dengan tenang.
Aku baru menyadari di tujuh hari itu, melihatmu mengadahkan tangan (berdoa) lama sekali ketika solat dzuhur selesai aku memandikanmu.
Entah doa apa yang beliau minta disisa umurmu😭
Aku baru menyadari selama 7 hari kau menyampaikan cita-cita dan impian terakhirmu.
Kau bilang "pingin punya rumah, pingin beli rumah yang sudah jadi saja, jadi tidak usah ngebangun dari awal".
Kau pun bilang uang tabungan Bapak dari hasil menjual tanah buat biaya berobat dan beli rumah.
Malam terakhirmu, kesehatanmu semakin memburuk, kau sudah tidak kuat bangun tuk pipis, cenalamu basah oleh air pipis, Alhmdulilah ya Allah semoga KAU ridho dan terima kasih aku diberikan kesempatan membersihkan air pipismu, mengganti celanamu dan memakaikan pempes orangtua. Walupun aku belum bisa maksimal merawatmu.
Malam terakhirmu aku mulai menangis, memikirkan apa Bapak sebentar lagi mau pergi 😭 sekuat tenaga aku buang pikiran itu.
Daya ingatmu mulai hilang, kau tak ingat anakmu yang pertama (Kakakku). Kau hanya ingat aku dan menantumu (suamiku)
Kau menyebut namaku, setelah aku bilang" Pak ini siapa? Sambil nunjuk diriku sendiri yang duduk disampingnya
Kau bilanag "Yuyun".
"Ini siapa?" Sambil menunjuk suamiku yang duduk disebelah aku.
Kau bilang "Opik"
Kami yang ada di situ semua menangis 😭
Malam itu, kau sudah tidak bisa berkata apa-apa, kau terpejam terus, alunan ayatNya pun kami perdengarkan.
Berharap Allah memberikan ketenangan kepada kami dan bapak.
Pagi hari, kau tak ada perubahan.
Nafasmu mulai tersenggal-senggal (ngorok)
Semua saudara kami hubungi, termasuk Ibunya (nenekku)
Alhamdulilah kau meninggal dikelilingi oleh anak-anakmu, saudaramu (adeknya bapak, kakaknya bapak) dan keponakan-keponakanmu.
Lewat suara suami kau ditalkin dibisikan ditelingamu kalimat syahadat" Ashaduala ilahailaah waashaduana muhammadrrosulluh"
Pelan-pelan kami yang menyaksikan itu tak kuat membendung air mata.
Kau pun pulang ke rumah peristirahatanmu😭
Yang kau minta "pingin punya rumah yang sudah jadi". rumah terakhirmu. Ya Allah berasa mimpi, tidak percaya apa yang aku lihat. Bapak pergi selamanya.
Ya Allah terima Kasih banyak kau memberikan aku rezeki, kenangan terindah selama 7 hari merawatmu, memandikanmu, dan itu memandikan terakhirku, melihatmu berdoa mengadahkan tangan lama, itu pemandangan terindah.
Dan mengingat namaku dipenghujung usiamu dan menyaksikan kau ditalkin dengan kalimatNya itu suara terakhirmu.
Bapak pergi dihari jumat jam 09.00 di usia 55 tahun
Inalilahiwainalilahirojiun
Teriring do'a untuk almarhum,
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لها وَارْحَمْها وَعَافِها وَاعْفُ عَنْها وَأَكْرِمْ نُزُلَها وَوَسِّعْ مُدْخَلَها وَاغْسِلْها بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّها مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْها دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِها وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِها وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِها وَأَدْخِلْها الْجَنَّةَ وَأَعِذْها مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
"Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempatnya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah dia dengan air, salju dan embun. Sucikanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana pakaian disucikan dari najis. Gantikan untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, gantikan untuknya keluarga yang lebih baik dari keluarganya, Masukkanlah ke dalam surga dan lindungilah dia dari azab kubur dan azab neraka."
آمين يا مجيب السائلين
Bapak semoga Allah mempertemukan dan dikumpulkan di surgaNya Aamiin
Aku sayang Bapak, maafkan aku pak, maafkan belum maksimal dalam merawatmu.

