Judul buku: The Magnificent Sulaiman Al-Qanuni Sultan Penakluk Tiga Benua
Penulis: Rachmad Abdullah, S.Si., M.Pd.
Penerbit: Al-Wafi Publishing
Cetakan ke: 1, Agustus 2020
Jumlah Halaman: 364
#Peresensi: Yuyun Suminah
#ResensiAgustus
#ParadeBukuSejarahIslam
๐⚔️๐ก️๐
Sultan Sulaiman Al-qanuni " Aku adalah Sulaiman, yang disetiap khutbah dibacakan namaku di Al-Haramain (Mekah dan Madinah). Aku adalah Sultan, yang kapal-kapal milikku berlayar di Lautan Prancis, Maroko, dan Samudera Hindia. Aku adalah Sultan Baghdad, Irak, Persia, Romawi, Hungaria dan Mesir."
Dari ungkapan Sulaiman Al-qanuni di atas menandakan betapa kuatnya pasukan Islam saat itu mampu menaklukan negara-negara tersebut.
Tentu itu semua dibayar dengan darah kaum muslim dengan dorongan jihad dan futuhat.
Sepanjang baca buku ini, saya sebagai pembaca merasakan dan membayangkan betapa kuat dan dahyatnya peperangan yang dilakukan pasukan Islam.
Negara superpower, mulai dari pasukannya, alat tempurnya, kapal-kapal perangnya, meriam-meriam yang super dahyat kekuatannya, pasukan memanahnya, pasukan berkuda, bahkan ada pasukan dengan dibekali keahlian khusus dengan medan tempur segala kondisi dan cuaca, panas, dingin dan hujan.
Di buku ini dibagi 4 Bab. Bab 1 tentang latar belakang Sultan Al-Qanuni, mulai dari Kelahiran, pendidikan dan memberikan gelar Al-qaununi.
Al-qaununi adalah sebuah gelar karena sudah menetapkan pelaturan lebih sistematis berdasarkan hukum Islam. Bersumber dari Alquran dan Assunah.
Di bab 2 dituliskan penaklukan di benua Eropa, mulai dari Eropa Tenggara sampai Benua Asia
Di Bab 3 penaklukan di Afrika. Mulai dari Maroko sampai ke Maluku (Nusantara)
Termasuk hubungan Turki Ustmani dengan kesultanan yang ada di Indonesia, seperti Kesultanan Aceh, Denak, Banjar, Sulawesi, Maluku, Papua dan lainnya.
Nusantara termasuk wilayah Kekuasaan Turki Utsmani. Pemerintahan Sulaiman Al-qaununi banyak membantu Indonesia dalam peperangan mengusir penjajah.
Masa pemerintahan Sulaiman Al-qanuni merupakan puncak zaman keemasan pemerintahan Utsmani dengan wilayah kekuasaannya mencapai 3 benua; Eropa, Afrika dan Asia.
Di usia 26 tahun menjadi sultan Turki Utsmani Dan paling lama menjabat sebagai pemimpin yaitu 46 tahun dari tahun 1520-1566 M.
-HAL- 144
Di Bab 4, dituliskan kontribusi dalam membangun peradaban Islam. Seperti hukum yang digunakan dan lainnya.
Islam tak bisa dipisahkan dari politik dan spiritual. Politik menaklukan dengan futuhat dan spriritual dengan jihad fisabilillah.
Di buku ini pun dilampirkan surat Sultan Ala'udin Al-Qohhar (Sultan dari Aceh) Kepada Sulaiman Al-qanuni dan surat balasannya
Selama baca buku ini, perasaan sy kebawa tegang๐ saat proses peperangan, sedih, terharu dan bangga. Wallahua'lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar