Minggu, 12 Desember 2021

Bidadari Pemeluk Subuh



"Setiap orang memiliki prinsif hidup jika kepada Tuhannya saja dia langgar mengatas namakan cinta, lantas seperti apa cinta dia kepadaNya".


Novel yang menceritakan sebuah penantian namun bukan sebuah perjanjian, Dira memutuskan menunggu Aqila selama 12 tahun yang diutarakannya lewat surat ketika masih berseragam Putih Merah.


Selama itu Dira mengharapkan Aqila akan menjadi miliknya, akhirnya mereka bisa ketemu lagi namun Aqila telah memilih jodohnya dan sudah memiki anak. Dira pun kecewa dan baru menyadari penantiannya selama 12 tahun itu bukan sebuah kepastian.


Dira adalah seorang mahasiswa semester akhir yang memutuskan untuk move on dari sosok Aqila dengan memilih Kos selama penyusunan skripsi. Disanalah awal cerita Dira ketemu dengan Mila, Mila seorang mahasiswi yang beragama non Islam. Sosok Mila mengingatkan akan Aqila. Kedekatan pun akhirnya terjalin namun Mila tidak menginginkan cinta itu ada karena mereka beda keyakinan.


Mila hanya menganggap Dira itu hanya sebagai seorang kakak tidak lebih. Mila memahami ketertarikan Dira kepadanya karena dia memiliki kemiripan denga Aqila. Berbagai cara untuk move on dari Aqila sudah ia lakukan dengan memilih Kos dan menerima tawaran mengajar di SMA ditempat Mila mengajar Teater.


Di sanalah konflik dimulai Dira pun mendedikasikan dirinya sebagai seorang guru bahasa Indonesia, dia meyakini seorang guru itu harus menjalin kedekatan dan kenyamanan yang harus bisa menjadikannya seorang teman. Tujuannya agar para murid mudah menyerap pelajaran ketika rasa nyaman sudah terjalin. Sering sekali Dira ikutan istirahat di kantin makan bersama murid-muridnya.


Namun salah satu guru disana terutama guru bagian kurikulum tidak menghendaki cara Dira dalam mengajar. Bagaimanapun seorang guru itu sosok yang tidak bisa sejajar dengan murid dan tetap harus menjaga jarak. Ya, memang fenomena guru suka kepada murid pun sering kita temui. 

Aku yang diamamahi sebagai seorang guru banyak mengambil pelajaran dari novel ini. Jadi tahu seluk beluk dunia pendidikan yang ternyata persaingan itu tetap ada. Saling sikut saling mencari muka di hadapan kepala sekolah.


Walaupun novel ini kental akan dunia pacarannya tapi ambil yang baiknya dari novel ini dengan mengambil dari sisi pendidikannya, bahwa seorang guru dengan idealismenya tetap harus memiliki batas dengan anak didiknya. 


Judul buku: Bidadari Pemeluk Subuh 

Penulis: Nicky Rosadi 

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Cetakan: Ke 1, 2015 

Jumlah Halaman: 229 Halaman

#ResensiDesember

Tidak ada komentar:

Posting Komentar