Matematika, kesan pertama kira-kira apa nih? 😁, emak mana yang dulu ngalamin boleh bersuara? 🤣
Salah satu pelajaran yang horor oleh sebagian pelajar🤭 ya gak gais? Mana nih kamu yg masih status pelajar 🤩
Buat yang masih beranggapan horor sama pelajaran matematika, pas nih baca aja novel ini. Pokonya rekomend banget buat dibaca oleh murid maupun bpk/ ibu gurunya 😍
Sini ngumpul-ngumpul kita baca resensi bukunya👇👇🤩
Judul Buku: Guru Aini
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: PT. Bentang Pustaka
Jumlah halalam: 336
#ResensiApril
#Peresensi: Yuyun
📘📘📘📘
_*"Tak ada yang lebih membuat murid gembira selain berhasil mempelajari sesuatu, dan tak ada yang membuat seorang guru gembira selain menemukan cara untuk mengajari muridnya"*_
Hal. 236
_____
Desi istiqomah adalah seorang gadis yang bercita-cita menjadi seorang guru matematika demi mewujudkannya ikut program pendidikan D3 matematika dari negara.
Yang harus siap mengabdi dan ditempatkan dimanapun. Desi yang rela menukar nama lokasi dengan temannya, akhirnya di tempatkan di pelosok terpencil Sumatra.
Babak baru perjuangan Desi menuju tempat lokasi dimulai. Perjalanan ditempuh selama 6 hari 6 malam, segala jenis kendaraan darat dan air dirasakan mulai dari naik bis, turun bis, angkot, ojek, kapal air yang semakin nelangsa karena mabok laut 😢
Pokonya pembaca dibawa cape😁 dengan perjalanan melelahkan itu. Ikut ngos-ngosan😅
Desi di tempatkan di salah satu SMA. Mengajar matematika pelajaran yang horor bagi kebanyakan siswa. Harus melewati proses mengajar yang bikin batin dan pikiran lelah.
Emak aja yang bacanya merasakan, betapa gemeznya 😁
Dipertemukan dengan murid yang guru Desi menyebutnya "9 rombongan" mereka adalah rombongan yang bebal matematika. Bagai melihat hantu ketika bertemu matematika dan guru melihat hantu ketika mau mengajar matematika😱
Sebenarnya di sekolah tersebut ada guru matematika juga selain guru Desi. Yaitu Pa Tabah guru yang super tabah menghadapi murid yang nilai ulangannya simbol angka binner 0 dan 1.
Berbanding terbalik dengan guru Desi yang idealis dan berpikir kenapa sampai bisa simbol bilangan binner. Guru Desi yang nyentrik dengan penampilan anehnya selalu memakai sepatu Kets diberbagai moment, berkebaya pun sepatunya Kets.
Penampilannya seperti itu dilatarbelangi dengan nazarnya, akan terus memakai sepatu pemberian ayahnya sampai menemukan murid yang cerdas matematika.
Bertahun-tahun belum menemukan, sekalinya menemukan murid yang bernama Awaludin dia justru memilih tak melanjutkannya. Tandas sudah mimpi bu guru Desi. Dan nasib juga dia harus terus memakai sepatu yang sudah mulai belel, warnanya udah luntur, tapaknya sering diganti karena dimakan usia.
Ditengah kondisi keputusasaannya mengajar matematika yang tak senikmat belajar tataboga.
Ada sekelompok anak yaitu 3 Aljabaria, sekelompok anak yang fhobia dengan matematika. Salah satu personilnya yaitu Aini setiap pelajarannya belum juga dimulai dia selalu mendadak sakit perut.
Aini yang tidak naik kelas karena 7 bulan tak sekolah, hal itu dilakukannya demi membantu ortunya. Ayahnya sakit terbaring ditempat tidur, yang mencari nafkah berganti alih kepada ibunya yaitu melanjutkan berjualan. Sedangkan Aini merawat 2 adik dan ayahnya.
Sudah kesekian puluh kali berobat hanya tak mampu membawanya berobat ke dokter spesialis. Dari sekian tabib ada yang mengatakan kalau sakit ayahnya hanya bisa disembuhkan oleh ilmu modern. Ilmu kedokteran.
Aini teringat berkataan Pa Tabah, kalau matematika itu dasar dari pelajaran fisika, geografi dan kedokteran.
Dari sana semangat dan tekad Aini tumbuh dan ingin belajar matematika. Dan memutuskan bertemu dengan Guru Desi yang super killer dan meminta dia dipindahkan ke kelasnya yang horor.
Setiap murid akan menemukan caranya sendiri untuk memahami sesuatu begitu pun dengan Aini.
Perjuangan Aini tuk bisa memahami matematika dan perjuangan Guru Desi tuk bisa mencari cara mengajar Aini supaya faham matematika. Dengan berbagai metode namun hasilnya nihil.
Silih berganti satu metode ke metode lain. Stres Aini maupun Guru Desi. Tapi pada akhirnya Guru Desi menemukan cara mengajar matematika yang Aini fahami. Kalkulus.
Dan mengantarkan Aini cerdas matematika dan bisa mewujudkan cita-citanya ingin masuk fakultas kedokteran dan menjadi seorang dokter yang bisa mengobati Ayahnya.
Namun, harus melewati tes tulis yang tak mudah. Walaupun tak semulus dan tak semudah yang dipikirkan. Aini terus berjuang.
Merasakan pergi dari daerah terpencil menuju kota dengan drama yang dulu Guru Desi rasakan. Menempuh perjalanan yang tak mudah.
Kira-kira Aini lolos gak ya?
Kelanjutannya baca aja novelnya🤩
***
Buku ini rekomendasi banget tuk dibaca para guru dan murid.
Aku juga yang Allah amanahkan jadi seorang guru walaupun bukan guru matematika bisa mengambil perjuangan guru Desi dalam mengajar.
Pokonya bagus banget😍

