Minggu, 01 Agustus 2021

Berdo'a Senjata Langit, Mana Senjata Buminya?

0 comments

 


Ini lagi ngomongin senjata pemusnah apa sih? ada senjata langit dan bumi segala😅 senjata pemusnah hati dirimu biar bisa kutaklukan #Eeaaa Lebay😂

Ok-ok dari pada kepo mari kita icip-icip ini dia cekidot👇

“Doa adalah senjata seorang Mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. ” (HR. Abu Ya’la)

Hi gais, sudah gak asingkan dengan hadis tersebut? Yap, hadis yang nyuruh kita umat muslim untuk selalu berdoa dalam keadaan lapang maupun sempit. 

Jangan minta do'a kalo lagi butuh aja #Eeh🤭agi ada masalah dan sedih aja baru berdoa. Minta diterima disekolah favorit, keterima kerja dan minta jodoh.

Musim nikah doanya  pingin nikah terus, berdoa udah kaya musiman aja😂  walaupun gak ada yang salah.

Seperti sekarang yang dunia termasuk negara tercintah kita Indonesia mengalami pandemi, duh kapan sih nih pandemi tamat. Kan eyke pingin piknik 😂

Udah berdoa blum? Berdia memohon pertolongan dan perlindungan dari pandemi yang saat ini entah kapan berakhirnya🥺

Udah tau belum? Berdoa juga jadi himbauan pemerintah loh 🤔untuk mengadakan gerakan doa bersama keluarga di rumah.

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan “Doa bersama dilakukan bersama keluarga di rumah masing-masing.” (detiknews.com 03/07/21)

Keren ya himbauannya, cuman cukupkah menyelesaikan pandemi hanya dengan berdoa (senjata langit)? 

Ibarat ketika sakit kita hanya berdoa meminta kesembuhan tapi gak ngelakuin ikhitar untuk berobat, kira-kira sembuh tidak? 

Begitu juga dengan malasah pandemi yang dihadapi saat ini. Belum cukup jika hanya  berdoa saja tanpa ikhtiar nyata.

Himbauan doa bersama artinya pengakuan bahwa manusia butuh pertolongan Allah menghadapi pandemi, namun jangan hanya dihimbau untuk keluarga aja tapi juga bagi pengambil kebijakan yaitu negara.

 Kenapa negara?🤔 Karena negara adalah garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari segala ancaman termasuk ketika terjadi wabah. 

Benar banget kita ini membutuhkan pertolongan Allah mestinya tidak sekadar doa saja, namun juga taubatan nasuha seluruh masyarakat dan pemerintah dengan kembalinya ke hukum Allah secara kaffah.

Aturan Allah comot-comot yang enaknya aja udah kaya prasmanan aja🙄

Aturan secara kaffah (menyeluruh) hanya ada di sistem Islam, sistem yang mengatur semua aspek kehidupan tidak hanya ibadah loh, pokonya aturan sepele sampai yang bertele-tele Islam punya panduannya. Keren ya Islam🤩 

Dalam Islam tidak ada satu perkara pun yang luput dari aturannya. Termasuk bagaimana sistem Islam menyelesaikan pandemi ini. 

Selain doa, ikhtiar apa lagi yang bisa negara lakukan sebagai bentuk ikhtiar buminya, Ikhtiar riil dalam menyelesaikan pandeminya.

Udah ko, melakukan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas). Ok ok tapi kebijakan tersebut hanya sebagai pemutus mata rantai penyebarannya.

Trus, seperti apa ya sahabat, sistem Islam mengatasi pandemi yang berkepanjangan ini. Tenang sob, Islam punya solusinya🤩

Di masa Khalifah Umar Bin Khatab pernah terjadi wabah, saat itu Umar sebagai kepala negara mengeluarkan kebijakan yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah. Dengan mengunci daerah yang terpapar dan melarang rakyat keluar masuk ke daerah tersebut.

“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari)

Itu dilakukan sebagai bentuk ikhtiar bumi sedangkan untuk memperkuat spiritualnya ikhtiar langit pun dilakukan yaitu dengan berdoa meminta kesembuhan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini dan berharap semoga Allah catat sebagai kebaikan.

Wallahu a’alam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar