Baca buku anak itu bener-bener memanjakan mata hihi
Bikin mata emak melek terus secara gitu bergambar full color, tulisannya sedikit pula wkwk
Buku ini jadi pilihan emak buat dibaca bareng sama Aa harits yang punya cita-cita jadi Tentara. Semoga Allah mengizinkan ya Aamiin
Cuman kata doi jangan dibacain sekarang katanya takut lupa nanti aja kalo udah gede biar gak lupa๐
Simple aja emak jawab "gak apa-apa biar Aa kenal Tentara Alfatih waktu kecilnya seperti apa, kalau udah gede nanti Aa baca sendiri"๐
Ok deh lanjut aja simak resensinya ya, semoga para emak menjadikan buku ini rekomendasi buat putra-putrinya๐ฅฐ
๐๐๐
Buku ini fiksi sejarah berbentuk komik menceritakan Alfatih waktu kecil mulai dilahirkan sampai anak-anak. Anak ke tiga dari 3 bersaudara ini banyak memberikan pesan moral yang saya dapatkan baik buat para orangtua maupun untuk seorang anak yang tertuang dalam gambar, walaupun minim tulisan banyak gambarnya tapi pesannya sampai ke pembaca.
Pesan Pertama kewajiban orangtua dalam mendidik anaknya, kewajiban orangtua untuk menitipkan pendidikan agamanya kepada guru yang taat kepada Allah.
Alfatih yang kecil yang khas dengan sifat kekanak-kanakan pun dialaminya seperti bermain, manja dan susah makan. Namun ibundanya yang sabar memberikannya kesempatan belajar dengan mengajaknya keluar Istana melihat langsung kehidupan di luar sana yang tak seberuntung dia.
Dipertemukan dengan seorang anak perempuan yang meminta sedekah dan bisa bertemu dengan ibunda anak perempuan tersebut. Alfatih sangat terkejut melihat kenyataan di depan matanya. Dan dari sanalah pelajaran tersebut, akhirnya Alfatih mendapatkan ilmu bahwa dia seharusnya bersyukur. Dari sana Alfatih mau makan dengan apa saja makanan yang dihidangkan.
Emak langsung nyeroscos ๐ "Aa pun harus seperti tentara Alfatih yang selalu bersyukur". ๐ค
Dua kakak laki-lakinya banyak membantu proses belajar Alfatih termasuk melatih berkuda.
Pelajaran berharga ketika Alfatih kecil belajar berkuda bagaimana dia diajarkan adab kepada binatang. Ini pesan moral ke dua adab kepada binatang. Dia diajarkan bagaimana berinteraksi dengan binatang (Kuda), jangan terburu-buru, usaplah kepalanya, berdoa dan berbicaralah bahwa Tuhan dia dan Tuhannya sama yaitu Allah. Di sini anak diajarkan akidah.
Alfatih sudah disiapkan sejak kecil bahwa dirinya kelak yang akan menjadi penakluk konstatinopel oleh orangtuanya. Disiapkan dengan belajar keahlian berkuda dan belajar ilmu.
Sebelumnya ada cerita yang menegangkan hehe ketika kakak pertamanya diracun setelah meminum air yang disediakan oleh pelayan. Usut punya usut ternyata dilakukan oleh seorang yang dekat dengan keluarganya. Racun tersebut membuat kakak pertamanya meninggal. Yang didalangi oleh orang dekat yang berada di dalam Istana.
Tujuannya agar tidak ada lagi penerus perjuangan tuk mendakwahkan Islam ke penjuru dunia terutama yang akan menaklukan konstatinopel.
pesan yang ketiga betapa bijaknya ayahanda Alfatih yang tidak terpancing oleh usulan adiknya yang meminta semua orang yang terlibat di dapur untuk dihukum. Sebagai orangtua pasti betapa kehilangan dan sedih dengan kejadian tersebut.
Kira-kira siapa dalang dibalik itu semua? Penasarankan baca aja bukunya hehe
Yang menarik perhatian saat para pemuda berlatih berpedang, itu semua dilakukan demi menyiapkan para pemuda untuk menjadi pasukan tentara Allah sang penakluk konstatinopel.
Musuh-musuh Islam saja mereka mempersiapkan strategi jahatnya apalagi umat Islam yang punya tujuan mulia menyebarkan Islam ke penjuru dunia perlu banget mempersiapkan strategi, baik pasukannya maupun ketaatannya kepada Allah.
Kesimpulan yang saya sampaikan ke anak laki-laki saya " Kalau Aa mau jadi Tentara harus taat dulu sama Allah, rajin solat, belajar dan berlatih".


Tidak ada komentar:
Posting Komentar