Anak-anak tuh kepo. Ya. Kepo, emak pasti sering dong kena ceceran beruntun berasa diintrogasi😅. Ya, seperti itulah anak-anak jiwa keponya tinggi.
Emang apaa sih mak? Yah... si emak yang lagi baca ikutan kepo juga 🤣. Ok ok dari pada ditimpukin pemirsah kita lanjut aja ya. Gimana kameramen siap? Ok. Ection...!
Hewan Haram
Anak mulai usia dari usia 2 tahun sudah pinter ngomong, segala ditanyain ini apa, itu apa, kenapa begini, kenapa begitu dll😂sampai merasa puas baru berhenti. Begitu juga dengan Aa Harits, mengenal kata haram waktu liat gambar macem-macem binatang, entah itu di buku atau di poster.
Nama hewan diabsen semua ini kambing, bunyinya emmbee, ini sapi bunyinya mooo, ini srigala bunyinya auuung dll sampailah ke hewan B2 "Umi, ini hewan apa?" Emak jawab aja namanya hewan "haram". Ko haram emang kenapa? Haram itu apa mi? Bunyinya gimana? 🤣😂Nah... loh emak mulai salting alias salah tingkah wkwk.
Menjelaskan ke anak harus pake trik, pake bahasa yang mereka ngerti juga. Jangan dulu dikasih dalil mak, nanti itu ada waktunya butuh proses, yang ada nanti kena ceceran maut😜🤣. Trus jawabnya gimana?
" Itu hewan haram yang gak boleh dimakan sama kita, nanti Allah gak suka. Udah beres. Simple kan🤭. "Oh.... gitu".
"Emak udah was-was aja bakalan ada pertanyaan susulan gak nih ya.
"Bunyinya gimana mi"?
Walah... emak harus praktekin bunyi hewan haram itu 😝😝.
"Segrok...grok". Emak bilang gitu aja deh🤭
*
*
*
Jadi kalau Aa liat hewan B2, pasti dia jawabnya "haram"😁 bukan nyebutin B2nya hehe.. dikasih maklumat syabiqohnya (Info sebelumnya) gitu sama emaknya.😊
Tapi bertambahnya usia Aa udah tau ko kalau itu hewan Babi yang haram. 🥳 bagaimana pun anak harus dikasih tau nama yang sebenarnya, dulu bilang anjing pasti guguk. Sekarang sudah apal kalau guguk itu anjing berkesan kasar tapi perlu disampaikan. Tinggal kita cari cara penyampaiannya aja.
Ternyata informasi apapun yang diberikan di awal pasti membekas dalam memori anak. Makanya emak kudu pilih-pilih kata yang baik-baik supaya yang nempel yang baik pula. Duh... gak kebayang deh kalau anak dikasih info yang keliru, buruk atau salah pasti yang nempel juga yang seperti itu😥
*
*
Selain mengenalkan anak makanan yang haram dan halal, terutama hewan yang bisa dimakan. Tinggal kita mengenalkan cara makan atau adab makan. Nah.. ini gak instan kaya yang direbus, itu mah mie instan mak🍜🍜😁
Butuh proses, butuh dipraktekan sama emak bapaknya dan berulang-ulang. Dari orangtuanyalah anak meniru. Makanya mak waspadalah depan mereka😬
Mengajarkan makan dengan tangan kanan dan harus duduk. Ngingetin hal itu emak jangan pernah kapok tapi kudu getol. Karena mereka bisa karena dibiasakan. "Aa Harits kalau makan minum harus duduk ya?"
"Emang kenapa mi"?
"Nanti kaya sapi, sapikan kalau makan sambil berdiri".
"Oh..."
Pernah dalam kesempatan acara dia liat orang makannya sambil berdiri. Dia bisik-bisik "umi itu kaya sapi" sambil nunjuk pake bibir sambil manyun. Walah.... untung nih Aa ngomongnya gak keras🙈
Itu info yang diberikan diawal ternyata membekas. Jadi kalau liat orang makan sambil berdiri berarti kaya sapi 😂🤭
Begitu juga ngingetin pas lagi bareng temen-temennya, biasanya anak-anak seneng kalau melakukan sesuatu dikerjain rame-rame. Kaya Aa sama temennya. Karena sering diingetin dan berulang-ulang nantinya mereka akan terbiasa sendiri.
Semoga para emak dimudahkan dalam mendidik anak-anaknya Aamiin karena kita yang sering bersamanya 24 jam.
Aa lagi makan bersama
1. Berikan informasi diawal hal-hal yang baik, karena akan membekas dalam memorinya
2. Ingetkan, praktekan, ingetin lagi dan praktekan lagi sama orangtuanya.
3. Makan boleh beda menunya, yang harus sama panduannya yaitu sesuai syariat Islam.
Karawang, 26 Februari 2020


Tidak ada komentar:
Posting Komentar