Yap. Hijrah menurut bahasa adalah berpindah, berpindah dari tempat tidak baik ke tempat yang baik atau dari tingkah laku yang gak baik ke tingkah laku yang baik. Dari yang gak menutup aurat ke menutup aurat.
Asal jangan pindah ke lain hati aja putus disatu tempat hati ke tempat hati lainnya. Gubrak, ini mah namanya nyari mangsa cinta tak halal alias pacaran. Pacaran boleh asal sudah akad alias nikah titik
Nikmatnya pacaran setelah nikah kalau kata Ustadz. Salim A. Fillah dalam bukunya. So, yang pacaran sebelum nikah itu nikmat membawa laknat alias dosa. Udah dosa, rugi dunia akhirat pula.
Rugi di dunia akibatnya bisa hamil di luar nikah & aborsi bukan rahasia umum lagi para aktivis pacaran ini berujung tragis yaitu membunuh bayinya sendiri lantaran malu dan takut. Miris
dan madesu alias masa depan suram, kalau sudah gini baru deh nyesel, .
Ah...itu mah pacarannya aja yang gak sehat! Ngeles. Kalau mau sehat bukan pacaran tapi makan-makanan yang bergizi 4 sehat 5 sempurna trus olahraga, baru ini sehat.
So, mana ada pacaran sehat? kalau pacaran yang ada “sakit”, sakit apa? Sakit, demi sang pacar rela melakukan apa saja, omongan pacar lebih diturutin daripada omongan ortu padahal tuh pacar ngajak keperbuatan gak bener. Dengan dalil cinta minta bukti kesetiaan, kalau minta kesetiaan ajak ke KUA. (woles woi woles jangan Ngegas Ha..Ha..)
Eh... ko jadi ngomongin pacaran hehe... nyambung juga keles, hijrah yang tadinya pacaran udah putusin aja kalau kata ustadz Felix Siauw. Udah baca belum bukunya? Belum? Sono beli gih hihi.
Ok.... lanjut ya
Kita kembali ke leptop..
Sobat, ketika panggilan hijrah menyapa kita, manggil-manggil nama kita, mengetuk hati, apa sih yang akan kita lakukan? Ibarat tamu apa mau disuruh masuk, atau dicuekin? Ini namanya gak peka kudu digedor-gedor hatinya keras seperti batu hehe. Atau kita sambut dengan senyum termanis cieee trus disuruh masuk dan dijamu.
Lantas apa yang kita lakukan ketika panggilan hijrah memanggil kita:
1. Kudu Baper
Baper atau bawa perasaan ini penting loh asal ditempatkan pada tempatnya aja. Contoh nih ya, tanda kamu diminta tuk hijrah, ada rasa keinginan dalam hati kamu yang paling dalem banget tuk berubah.
Liat temen yang menutup aurat ko liatnya adem ya, liat temen jofis alias jombo fisabilillah ko mereka bahagia aja bisa menjaga kesucian tanpa ikatan pacaran, gak kaya yang pacaran selalu dirundung cemburu, berasa jadi hansip wkwk.. patroli nanyain “kamu dimana, dengan siapa, semalam berbuat apa” ko jadi inget lagu Kangen Band hehe.
Trus benci sama aktivitas kemaksiatan yang sedang dilakukan. Pingin rasanya hijrah liat temen-temen sudah hijrah duluan. Karena fitrahnya manusia suka dengan kebaikan.
Dan dari Abu Tsa’labah al-Khusyani, ia berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullâh! Jelaskan apa saja yang halal dan haram bagiku.” Beliau bersabda, “Kebajikan ialah apa saja yang menjadikan jiwa tenang dan hati menjadi tenteram. Dan dosa ialah apa saja yang menjadikan jiwa tidak tenang dan hati tidak tenteram kendati para pemberi fatwa berfatwa kepadamu.” [HR. Ahmad]
Trus gue kapan?! Artis-artis tenar aja pada hijrah, lah... gue artis bukan, tenar gak, mau nabung dosa terus terusan? Oh… No...
2. Bekali Dengan Ilmu
Ketika jalan hijrah sudah kita ambil, langkah selanjutnya berburu ilmu, kalau berburu hati nanti ada waktunya. Biarkan semua indah pada waktunya ciieee.
Apa artinya merubah penampilan tanpa penopang, yaitu Ilmu. Ya, ilmu adalah satu penguat ketika jalan hijrah kita jalani. Tanpa ilmu ibarat rumah tanpa isi, tak ada meja, tempat tidur dan pelengkap lainnya. Bukankah amal tanpa ilmu itu sia-sia. Begitupun jalan hijrah yang akan menjadi kehidupan baru perlu ilmu.
Rasulullah berpesan lewat sabdanya: "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah)
Menuntut ilmu wajib bin kudu baik laki-laki maupun perempuan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai batas napas kita yaitu kematian. Cara mendapatkan ilmu, bisa lewat kajian, membaca buku, buletin rohis dll. Disinilah pentingnya kita mengkaji Islam. Agar setiap perubahan yang kita lakukan bernilai dimata Allah SWT karena perubahan kita disertai dengan ilmu. Fix
3. Istiqomah
Hijrah itu mudah yang berat itu istiqomah, karena istiqomah itu seumur hidup. Istiqomah adalah bagaimana kau mampu bertahan di tengah cacian yang pasti akan kita dapatkan. Jika pertahanannya kuat, kita tak goyah. Berubah itu memang sulit, Tapi kita akan tahu bagaimana sulitnya menjaga “perubahan” itu setelah kau benar-benar berubah.
tak perlu takut untuk berubah sendirian. Sebab amal perbuatanmu juga dihisab masing-masing tak mungkin bergerombol. Bukan benar demikian? Berdoalah sama Allah agar jalan hijrah yang sedang kita jalani dimudahkan.
4. Bergaul
Bergaul disini yaitu berteman, kita boleh bergaul dengan siapa saja selama itu membawa kebaikan. Kebaikan tuk proses hijrah kita, karena dengan siapa kita berteman akan mempengaruhi kehidupan kita. Maka pilihlah teman yang bisa membawa
kita semakin dekat kepadaNya. Teman yang saling mengingatkan dikala lalai, teman yang memotivasi dalam taat.
Rasulullah bersabda: "Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)
5. Bersabar
Ketika jalan hijrah sedang kita jalani, proses ketaatan sedang kita bina sebagai bentuk keistiqomahan kita maka kesabaran dalam menjalani ketaatan pun perlu kita lakukan. Karena tanpa kesabaran proses hijrah kita akan mudah berbalik arah.
Ketaatan itu penuh cobaan dan ujian sebagai tanda Allah mencintai hambanya. Sabar dalam taat seperti sabar dalam meninggalkan kemaksiatan.
Semoga hijrah kita tak sekedar merubah gaya penampilan tapi merubah gaya penampilan dengan bekal ilmu, istiqomah dan kesabaran.
Wallahu a’lam.

