Kamis, 27 Juni 2019

Mengenang Sosoknya (Part# 1. Profesi Multitalenta)

0 comments

Foto Aku dengan Alm. Bapak.




Banyak cara untuk mengenang seseorang yang kita cintai. Selain lewat doa, lewat album foto, bisa juga lewat tulisan. Meluapkan rasa rindu ini lewat ukiran aksara demi aksara.

Termasuk orang terdekat kita yaitu orangtua. Setiap orang pasti punya kenangan tersendiri baik kenangan itu rasa bahagia maupun sedih dll. 

Termasuk dengan diriku punya kenangan dengan sosok lelaki multitalenta yaitu Bapak, walaupun kenangan itu tak selamanya bahagia dan manis selalu. Yang tak manis aku simpan dalam memori hatiku cukup Allah saja yang tahu. Biar yang akan aku abadikan momen bahagia dan perjuangan dengan sosok lelaki itu.

Lelaki itu bagiku multitalenta semua jenis pekerjaan Bapak pernah lakoni selagi itu halal, memanfaatkan keahlian tenaga bukan otak alias keahlian yang bertandakan selembar ijazah. 

Bapak lahir tanggal 17 Agustus 1964 di kota Karawang dan meninggal tanggal 12 Desember 2014 diusia yang terbilang masih muda 55 tahun. Beliau hanya lulusan SD tak punya keahlian apapun, otomatis jenis pekerjaan yang dilakoni pun bukan jabatan kantoran. Tapi profesi yang hanya mengandalkan tenaga semata.

Masih ingat waktu itu aku masih SD kelas 1 pekerjaan Bapak sebagai tukang parkir, tau kan uang yang didapatkan sama tukang parkir semuanya uang kencringan alias logam. Setiap pulang kerja Bapak selalu meminta aku tuk membantu menghitung uang logam tersebut berdasarkan nominalnya. Setiap sepuluh ribu rupiah Bapak membungkusnya dengan kertas dan dikasih tulisan "Rp10.000" biar mudah saja. Kreatif ya😁

Pernah diajak Bapak ke pasar tuk beli sendal harganya Tiga puluh lima ribu rupiah, uangnya yang sudah kami bungkus dan bertulisan, pedagangnya bengong aja 😁
Kaget kali ya baru kali ini ada pembeli uangnya logam dan dibungkus. Kalau liat reaksi mukanya tuh penjual asli pingin ngakak bengong-bengong lucu 😂🤣. 

Waktu SMP Bapak pun ganti profesi jadi tukang Bubur Ayam. Aku selalu terlibat dalam proses dagangannya semisal bantu menggoreng kerupuk atau memotong bawang merah, bawang daun dll.

Bapak itu multitalenta semua jenis pekerjaan sudah dicobanya mulai dari Dagang Baso, Mie Ayam, Bubur Ayam, pedagang Asongan, tukang parkir, kendektur, tukang ojeg, tukang becak, Tukang Calo (yang suka nyari penumpang) Terakhir beliau geluti sampai beliau meninggal yaitu supir Angkot (Angkutan Umum). 

Banyak asem garam kehidupan yang beliau rasakan. Pengalaman hidupnya menjadikan aku banyak belajar tentang arti  kehidupan. Hanya ada satu kata "Bangga". Aku bangga menjadi anakmu pak😍😥. Semoga aku jadi anak yang solehah Aamiin 😭

SMA Bapak beralih profesi lagi jadi supir. Selama jadi supir Angkutan Umum aku juga sering diajaknya narik, anggap aja lagi jalan-jalan muter-muter kota Karawang. Bisa tahu keseharian Bapak di luar. Aku duduk di depan samping Bapak.

Saat perut lapar dan haus tinggal berhenti tuk beli makanan. Ternyata nemenin narik itu gak enak, udah panas, debu, bising dengan kendaraan, pegel duduk terus. Ngebayangin Bapak tiap hari seperti itu. 😥 

Aku jadi tau penghasilan Bapak narik sehari itu. Mobil yang Bapak gunakan bukan milik sendiri tapi milik orang lain. Yang harus setor setiap harinya. Masih inget banget setoran sehari itu ada yang Lima puluh ribu rupiah, Tujuh puluh lima ribu rupiah variasilah. Tergantung pemilik mobil. Bapak sering gonta-ganti majikan kalau dirasa sudah gak cocok, entahlah gak cocok kenapanya hanya Bapak yang tahu. Kalau sudah gitu pasti langsung ngelamar lagi dengan bermodalkan pengalaman dan SIM.

Keuntungan Bapak jadi supir kami sekeluarga setiap libur lebaran pasti ada satu hari kami jalan-jalan dengan mobil tersebut. Alhamdulilah bisa menghemat😁.

Sampai Bapak bisa mengantarkan aku ke "bangku kuliah". Inget banget Bapak bilang kalau beliau tidak bisa membiayai kuliahku kalau hanya mengandalkan penghasilan dari supir angkot. Bapak hanya bisa mendoakan saja. Akhirnya aku pun kerja sambil kuliah. Bisa aku jalani dua aktivitas itu berkat doa dari Bapak. Terima kasih pak atas doamu😘.

Begitulah seharusnya seorang pemimpin  keluarga, bekerja keras menjalankan perannya yang sudah menjadi kewajibannya menafkahi keluarga dengan cara apapun selama itu halal. Ketika cara itu dibolehkan oleh syariat maka sudah pasti Allah ridho. Kebahagian bukan dilihat besar kecilnya penghasilan tapi seberapa besar ketaatan kita kepadaNya.

Ya Allah ampuni dosa-dosa Bapak, terimalah segala amal ibadahnya dan jadikan aku anak yang solehah dan pertemukanlah aku dengan Bapak di SurgaNya Aamiin😭😭

Bapak I love U 😭😭





Tidak ada komentar:

Posting Komentar